fitzey2005
- Reads 201
- Votes 69
- Parts 16
"saat manusia merasa semuanya sudah cukup pada satu poros, pada akhirnya akan ada kekosongan yang harusnya diisi agar dilengkapi"
Rayan Dirgantara Arunika punya semua poros: masa depan cerah, logika kokoh, hidup terstruktur. Mahasiswa Teknik Arsitektur yang terbiasa menjadi sandaran bagi semua orang. Ia pintar membangun ruang untuk orang lain, tapi lupa membangun satu untuk dirinya sendiri.
Sampai ia bertemu Aurora Ziva Anastasya. Mahasiswi Fsrd yang hidupnya tidak seberwarna itu. Dunianya datar, monoton, dan berkabut. Ia perempuan biasa dengan poros yang patah, dan ia nyaman bersembunyi di balik itu.
Yang satu terbiasa menjadi obat bagi dunia, tapi lelah karena tidak ada yang bertanya tentang lukanya.
Yang satu sudah terbiasa merasa sakit, sampai ada seseorang yang datang dan bersikeras ingin menyembuhkannya.
Rayan jatuh cinta pada pandangan pertama. Bukan pada senyum Aurora, tapi pada kejujuran di balik tatapannya yang kosong. Dan ia memilih untuk mengejar, tanpa basa-basi.
Kini Rayan yang biasa membangun ruang untuk orang lain, belajar satu hal:
Terkadang, cara mengisi kekosongan bukan dengan menambah cahaya.
Tapi dengan berani duduk diam di dalam gelapnya, sampai ia percaya bahwa gelap pun pantas punya rumah.
Karena pada akhirnya, ruang yang paling kokoh bukan dibangun dari beton dan kaca.
Melainkan dari dua jiwa yang sama-sama retak, yang memutuskan untuk saling menjadi rumah.
#fiksiremaja #fantasi #romance