ChocolatteMilz
- Reads 811
- Votes 104
- Parts 10
Bagi Sastra, seragam katun putihnya adalah pelindung sekaligus pengingat kastanya sebagai jongos. Tugasnya sederhana: patuh, menunduk, dan melayani Sinyo Julian. Namun, di dalam kamar luas lantai dua yang terisolasi, batas antara tuan dan budak perlahan mengabur oleh dominasi dingin sang Sinyo yang protektif. Ketika bahaya mulai mengintai dari luar kamar lewat tatapan keji pria-pria Eropa lainnya, Sastra menyadari bahwa kepatuhannya telah membawa dirinya ke tengah labirin kolonial yang siap menghancurkannya hidup-hidup.