Daftar Bacaan aaistri668
4 stories
Fake Dating Real Feeling by Hoonicious
Hoonicious
  • WpView
    Reads 10,080
  • WpVote
    Votes 1,125
  • WpPart
    Parts 23
Malam itu Shaka baru kembali dari rumah sakit, hari itu jadwalnya padat. Ia begitu lelah, butuh istirahat secepatnya. Saat melewati jembatan yang berada tak jauh dari rumah sakit Shaka tak sengaja melihat seorang perempuan berdiri di teralis besi pembatas jembatan, meneriakkan sesuatu dan kondisi dirinya kacau. Shaka buru-buru menepi, ia pikir perempuan itu ingin bunuh diri, Shaka harus mencegahnya! "Mbak jangan lompat! Hidup memang sulit tapi mati bukan pilihan terbaik!" perempuan itu menoleh, wajahnya sembab, riasannya hancur. Ia menatap Shaka dari ujung kepala hingga ujung kaki kemudian ia turun dari tempatnya berdiri tadi, berjalan gontai menghampirinya. Shaka menghela napas, nampaknya ia menurut. "Mas ganteng banget, mau nggak jadi pacar saya?" Shaka terbengong, apa ini? ____________________________________________ Disclaimer Semua yang ada di cerita ini adalah fiksi, aku tidak mencontek dari manapun. Kalau ada kemiripan dari cerita lain itu cuma kebetulan aja, aku dapat ide dan terinspirasi dari banyak hal. Mungkin akan banyak kata-kata kasar, mohon maaf ya.
[✓] Secret || LeoWon by xyzuly
xyzuly
  • WpView
    Reads 33,244
  • WpVote
    Votes 2,673
  • WpPart
    Parts 12
Lee Sangwon yang dikhianati kekasihnya bertemu dengan seorang CEO yang terkenal dengan sifat ramah, baik, jangan lupa dengan tampang nya yang tampan, Leo Lee. Start = 21 Juni 2022 End = 1 Juli 2022
Golden Confession [DewTee] by LoVeLG23
LoVeLG23
  • WpView
    Reads 30,053
  • WpVote
    Votes 1,267
  • WpPart
    Parts 35
[COMPLETED] "Makasih semuanya atas dukungannya," Dew memulai, suaranya sedikit serak. "Kemenangan ini bukan cuma hasil kerja keras gue, tapi seluruh tim." Ia berhenti sejenak, tatapannya kembali menyapu tribun, melewati wajah Nani, dan berhenti tepat saat bertemu pandang dengan Tee. Senyum Tee masih merekah, tatapannya penuh kebanggaan. Jantung Dew berdegup semakin kencang, seolah mendorongnya melakukan sesuatu yang sudah lama ia pendam. "Tapi kemenangan ini..." lanjut Dew, suaranya kini lebih mantap. "Kemenangan ini buat seseorang." Seluruh stadion hening seketika, menunggu kelanjutan kalimatnya. Suasana yang tadinya riuh kini penuh dengan antisipasi. Pembawa acara pun terlihat bingung. Tangan Dew yang memegang mikrofon mengerat hingga buku-buku jarinya memutih. Ini adalah lompatan tanpa jaring pengaman, sebuah pertaruhan terbesar dalam hidupnya. Ia menelan ludah, matanya tidak pernah lepas dari Tee. "Tee..." ucap Dew, namanya terdengar begitu jelas dan nyaring melalui pengeras suara. "Gue suka sama lo."