XaviJavi4
- Reads 37,470
- Votes 1,446
- Parts 45
Selama lima tahun terakhir, hidup Adrian Mahardika (35) hanya berisi pekerjaan dan ketiga putranya.
Sejak istrinya meninggal, CEO Mahardika Group itu berubah menjadi pria dingin, tegas, dan nyaris tanpa senyum. Rumah megahnya terasa seperti istana tanpa kehangatan.
Sifat itu menurun kepada ketiga putranya.
Si kembar lima tahun yang selalu memasang wajah datar dan sulit didekati.
Dan putra sulungnya yang berusia tujuh belas tahun, Nathan Mahardika, yang terkenal dingin, tinggi menjulang, dan selalu menjaga jarak dari semua orang.
Semua baby sitter sebelumnya menyerah.
Hingga datang seorang gadis mungil berusia dua puluh tahun...
Naura Azzahra.
Tinggi hanya sekitar 152 cm, wajah imut, suara lembut, tetapi memiliki kesabaran yang tidak masuk akal.
Tak ada yang menyangka, gadis kecil itulah yang perlahan menghangatkan rumah Mahardika.
Si kembar yang dulu anti disentuh kini justru berebut ingin digendong, disuapi, dipeluk, bahkan tidur hanya jika Naura membacakan dongeng.
Nathan yang biasanya dingin berubah menjadi kakak super protektif.
"Kak Naura jangan angkat barang berat."
"Aku yang bawa."
"Jangan berdiri lama."
"Sudah makan belum?"
Karena perbedaan tinggi yang jauh, Nathan bahkan sering mengangkat Naura agar gadis itu bisa mengambil barang di rak tinggi.
Semua orang mengira Nathan menyukai Naura.
Padahal...
Baginya, Naura adalah kakak perempuan yang sangat berharga, seseorang yang akhirnya membuat rumah mereka kembali terasa hidup.
Masalah justru datang dari Adrian.
CEO yang terkenal dingin itu perlahan berubah menjadi pria paling pencemburu.
Setiap kali Nathan terlalu perhatian...
Adrian langsung memasang wajah gelap.
"Turunkan dia."
Nathan menghela napas.
"Papa, Kak Naura cuma nggak nyampe."
"Aku bilang turunkan."
Sementara si kembar justru tertawa.
"Papa iri."