puntungrokok
- Bacaan 1,019
- Undian 196
- Bahagian 17
Di hari ulang tahunnya yang kelima belas, Dayyan kehilangan Oma Tuti, kepala panti Rona Didik yang selama ini sudah ia anggap sebagai orang tua. Di hari duka itu juga hadir Hariz Rupadi, menyampaikan maksud mengadopsinya sebagai anak.
Suasana rumah yang canggung, kemewahan yang tidak biasa, sampai istri Hariz yang dengan jelas menunjukkan penolakan akan kehadirannya, membuat Dayyan merasa terasing hidup di Istana Rupadi. Untung saja, ada Wira, putra sulung di keluarga itu yang sosoknya bak malaikat penyelamat. Dayyan berakhir jatuh hati.
Dunia Dayyan juga melebar ke Cendekia Bangsa, sekolah eksklusif tempat belajar anak-anak dari kalangan elit. Di tahun akhirnya di sekolah itu, Dayyan bersinggungan dengan Anggoro, siswa unik dengan campuran serampangan dan kecerdasan yang pas. Kemampuan lidah Dayyan yang tajam dan jeli, membuatnya kemudian akrab dengan Anggoro yang menggilai kudapan manis.
Hitung mundur menuju hari ulang tahunnya yang kedelapan belas, Dayyan menjalani dua dunia yang kontras. Istana Rupadi dengan segala kecanggungannya, tapi mendebarkan karena keberadaan Wira. Dan Cendekia Bangsa dimana dia bisa bernapas lebih tenang dan menjadi diri sendiri.
Bagaimana cara Dayyan menjalani dua kehidupannya itu? Perayaan macam apa yang akan Dayyan hadapi di hari ulang tahunnya yang kedelapan belas?