siamethyst
- Reads 1,140
- Votes 338
- Parts 10
Bagi Renjun, Jeno itu idola papan atas yang cuma bisa ia lihat dari barisan depan fansign atau panggung konser. Rasa sukanya yang meluap akhirnya ia tumpahkan jadi cerita di aplikasi menulis. Tapi begitu melihat akun penulis baru yang ceritanya jauh lebih ramai, Renjun mendadak insecure. Ia terkena writer's block, mogok nulis, dan merasa karyanya enggak layak dibaca. Sampai akhirnya di sebuah kafe 24 jam di sudut Seoul, cowok bertopi dan bermasker duduk di depannya, menatap laptop Renjun yang terbuka, lalu berkata, "Kenapa berhenti? Aku mau tahu kelanjutan ceritanya."
Sebuah kisah tentang draf yang terbengkalai, obrolan dini hari, dan keberanian untuk menghargai karya sendiri.
Cover by: wmsystudio (X)