ziel0ng
- Reads 57,011
- Votes 2,465
- Parts 3
"History is written by the victors. But every road remembereth the nameless who died beneath it."
Zul hanyalah seorang rakyat biasa di Hindia Belanda, salah satu dari ribuan pekerja rodi yang dipaksa membangun Jalan Raya Anyer-Panarukan. Di bawah terik matahari, kelaparan, dan cambuk yang tak mengenal belas kasihan, ia menyaksikan manusia gugur setiap hari tanpa pernah dicatat namanya dalam sejarah. Ketika ajal merenggut nyawanya di tengah pembangunan jalan yang kelak dipuji sebagai lambang kemajuan, Zul percaya kisah hidupnya akan berakhir bersama debu yang menutupi tubuhnya.
Namun takdir memberinya kehidupan kedua.
Ia terlahir kembali sebagai Zethan Montague, pewaris House Montague, salah satu keluarga Duke paling berpengaruh di Kerajaan Asterhall. Di dunia yang dipenuhi aristokrasi, intrik politik, dan perebutan kekuasaan, kehidupan barunya tampak begitu jauh dari masa lalu yang pernah ia jalani. Akan tetapi, ketenangan itu mulai retak ketika Mahkota mengumumkan sebuah proyek ambisius: pembangunan jalan raya raksasa untuk menghubungkan wilayah-wilayah yang baru ditaklukkan, sebuah gagasan yang terlalu mirip dengan jalan yang pernah merenggut kehidupan Zul.
Semakin jauh Zethan menyelidiki proyek tersebut, semakin ia menyadari bahwa sejarah tidak pernah sesederhana kisah tentang penjajah dan yang dijajah. Di balik nama-nama besar yang dicatat sejarah, tersembunyi tangan-tangan culas yang menggelapkan upah para pekerja, memperkaya diri di atas penderitaan rakyat, lalu membiarkan seluruh kebencian diwariskan kepada mereka yang berada di puncak kekuasaan. Kini, sebagai seorang pewaris Duke yang memiliki kesempatan mengubah jalannya kerajaan, Zethan harus menentukan apakah ia akan mengikuti sistem yang telah bertahan selama berabad-abad, atau membuktikan bahwa sebuah jalan tidak harus dibangun di atas darah mereka yang tak bersuara.
For every empire remembereth its kings. Only the road remembereth those who bled to build it.
baca perlahan krn 1 bab 4000-5000 kata