Bin_Bun
- Reads 189
- Votes 43
- Parts 13
"Mas Kalan jahat banget."
"Jahat kenapa lagi, Tuan Muda? Kemarin sebelum Mas pergi ke perbukitan, Mas udah samain warna piring sarapan kamu sama warna kaos kaki yang kamu pakai biar mood masak kamu bagus. Sekarang salah Mas apa lagi?"
"Tadi... tadi di dalam mimpi, Mas Kalan dateng ke ruang praktikum Tata Boga aku," bisik Pala, suaranya bergetar hebat menahan tangis yang terdengar sangat nyata. "Terus di depan dosen penguji hidangan penutup, Mas Kalan maksa aku nyajiin es krim rasa durian!"
"Es krim durian?"
"Iya! Rasa durian!" Pala akhirnya memekik kecil, memukul dada ku pelan menggunakan ujung gulingnya. "Mas tahu sendiri aku benci banget sama buah itu! Baunya bisa ngerusak indra penciuman masak aku selama seminggu! Di dalam mimpi itu Mas maksa aku sambil senyum-senyum jahat, terus Mas ketawa-tawa di atas penderitaan aku pas dosennya kasih nilai e!"
"Pala, sayang..." Saya menarik napas dalam-dalam, merendahkan oktaf suara agar tetap terdengar selembut sutra di jam dua pagi. "Itu cuma mimpi. Mas di sini dari jam sebelas malam, tidur di sebelah kamu tanpa bergerak. Mas nggak bawa es krim, mas nggak tahu cara bikin es krim, dan Mas nggak punya akses ke laboratorium praktikum Tata Boga kamu."
"Tapi mimpi itu adalah refleksi dari kecemasan psikologis di dunia nyata, Mas Kalan!" Pala mulai sesenggukan, air matanya benar-benar turun membasahi kerah kemeja flanel saya. "Artinya, diam-diam di dunia nyata Mas Kalan udah nggak perhatian lagi sama standar higienis dan hal-hal yang aku benci! Mas udah nggak peduli sama trauma penciuman aku!"
BINBUN