Inspiratif
2 stories
K I T A : Trio Kucrut | TELAH TERBIT  by Afnansyhrn
Afnansyhrn
  • WpView
    Reads 4,087
  • WpVote
    Votes 911
  • WpPart
    Parts 25
"Jadi, maunya Papa apa?" Adit melempar tatapan dalam sekaligus sendu pada Raihan. Raihan tidak kembali menatap kedua mata Adit. Ia hanya berdiri di hadapan Adit yang sedang duduk di atas sofa yang menghadap taman belakang rumah dengan masa bodoh. "Berhenti menjadi relawan di dunia psikologi. Dan berhenti menulis tentang itu, kesehatan mental, atau apa pun yang berhubungan. Sebenarnya papa juga tidak setuju kamu masuk jurusan ini. Mau jadi apa kamu nanti sudah besar? Sibuk mengurusi urusan orang, begitu?!" Adit, seorang mahasiswa yang tengah berjuang sembuh dari trauma dan depresinya menghadapi begitu banyak ujian kehidupan yang membuatnya jatuh bangun. Ditemani dengan sahabat baiknya yang bernama, Fariz, yang tengah berjuang serta bangkit dari rasa rendah dirinya. Serta Praja, seorang mahasiswa yang mencintai dunia basket seperti ia mencintai dirinya sendiri ternyata memiliki masalah sosial berupa ujian ekonomi dalam keluarganya. KITA: Trio Kucrut adalah novel yang menceritakan tentang dunia perkuliahan, impian dan ujian kehidupan. Mengangkat isu perihal masalah kesehatan mental, keluarga, persahabatan, serta cinta. Disajikan secara jujur dan sederhana dengan segala runtutan kejadian mau pun peristiwa yang penuh makna lagi kejutan. Bagaimanakah kelanjutan kisah Adit, Fariz dan Praja? Akankah mereka mampu meraih segala impian dan cita-cita?
MANUSIA DAN LUKA by Afnansyhrn
Afnansyhrn
  • WpView
    Reads 846
  • WpVote
    Votes 50
  • WpPart
    Parts 15
Kemarahan, kebencian, kekecewaan, luka, penderitaan, penghinaan dan sakit. Menurutmu apalagi yang pantas menggambarkan kehidupan saat ini? Bukan apa-apa, ini hanya kisah tak sempurna milik seorang manusia yang sudah hancur dan patah berulang kali. Remuk, gelap, sendiri, dalam diam. Lalu mati dalam keheningan yang dingin. Riuhnya peperangan batin di dalam menunjukkan usaha kerasnya dalam melawan kemarahannya sendiri. Ia hanya ingin menjadi manusia. Ya, manusia, walau mereka bilang; ia hanyalah manusia yang penuh dengan luka. ©AFNAN SYAHIRAIN ® 2020