Liohayes
- Reads 981
- Votes 151
- Parts 4
Mereka pernah saling mencintai. Namun... cinta itu tersasar dari jalannya.
Dalam ketelanjuran yang diselindungi rasa, mereka tersilap memilih bahagia. Hingga satu hari, hati leaki itu tidak lagi tenang. Dosa yang dipendam menjadi berat dan cinta yang selama ini terasa indah, mula terasa silap.
"Maira, andai kita berhenti di sini saja, boleh ke?" -Zarith Hawwas.
"Maksud abang? Abang nak berpisah?" -Humaira Zuhra.
Bertahun sudah berlalu, masing-masing sudah belajar memaafkan diri, memperbaiki diri dan mengenal erti redha. Tetapi, Humaira masih berkeras dengan perasaannya kerana sakit berpisah dengan lelaki itu, sangat luar biasa.
Saat takdir menemukan mereka kembali dalam versi yang lebih tenang, lebih matang dan lebih berhati-hati, hati Zarith terjentik semula untuk menghalalkan Humaira dengan cara yang diredhai.
"Awak masih tunggu saya?" -Zarith Hawwas.
"Saya selalu tunggu abang. Sehingga kini. Hati saya tak pernah mati untuk abang." -Humaira Zuhra.
Luka masih berbekas, rindu masih bersisa dan cinta lama mengetuk perlahan. Kali ini, dengan harapan lebih suci.
"Cinta kita dulu mungkin terpesong jauh tapi sekarang, saya akan bimbing awak dengan cara yang paling Allah redhai."
Ini bukan kisah cinta yang sempurna...
Tapi, ia kisah tentang tersalah langkah, tentang pergi untuk kembali kepada-Nya dan tentang hati yang akhirnya belajar mencintai dengan benar.