justbeurfav
- Reads 8,615
- Votes 526
- Parts 26
ON GOING
***
Arunika tak butuh kemewahan, karena ia bisa bahagia dengan kesederhanaan.
Arunika hanya ingin menjadi cahaya yang menerangi kegelapan orang yang ia sayangi. Menyambut pagi mereka dengan sebuah harapan bukan tuntutan.
***
"Aku lebih suka sunrise, dari pada sunset"
"Kenapa? kebanyakan orang lebih suka sunset loh"
"Iya, soalnya aku bisa melihat Arunika dikala sunrise"
Runi hanya tersenyum mendengar ucapan laki-laki itu, laki-laki yang menikahinya karena terpaksa dengan rasa bersalahnya. Tapi, berbeda dengan Runi yang telah memiliki rasa dengan laki-laki itu. Ada rasa egois dalam benak Runi yang menginginkan memiliki laki-laki itu seutuhnya. Dan tak ingin membaginya dengan siapapun.
Runi tahu itu tak mungkin, karena Runi hanyalah seorang madu. Bukan istri pertama yang berhak menuntut banyak hal. Runi sadar akan hal itu. Tapi ia merasa begitu mencintai laki-laki ini.
Runi tahu dirinya dipandang hina oleh keluarga laki-laki ini, tapi Runi masih memiliki harap untuk diterima dengan baik sebagai anggota keluarga laki-laki ini.
Runi hanya dapat memupuk doa yang larut bersama harapannya, memiliki suka yang larut dalam dukanya dan memiliki keyakinan yang larut dalam kegagalannya.
Berharap lah kamu walau itu akan gagal nantinya, teruslah meminta karena Tuhan sangat suka diminta. Bukan hanya mengeluh karena harapanmu tak juga luluh.