_greenlovers's Reading List
3 stories
Hello, Jongga! by damnnottrue
damnnottrue
  • WpView
    Reads 2
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
Alesha adalah perempuan independen yang nyaman dengan kesendiriannya. Ia menjalani hidup tanpa banyak drama, meski tak jarang menjadi sasaran ejekan para sahabat karena status lajangnya. Bagi Alesha, sendiri bukan berarti kesepian-hingga sebuah undangan pernikahan mengubah segalanya. Pernikahan Joey dan Ezia seharusnya menjadi momen bahagia, namun justru membuka babak baru yang tak pernah ia bayangkan. Sebuah kesalahan sepele-ketidaktahuan sang pengantin dan calon istrinya-membuat Alesha harus berbagi kamar dengan Jongga. Hari-hari yang mereka lewati bersama perlahan membuka sisi lain Jongga yang tak pernah Alesha duga. Di antara percakapan singkat, keheningan malam, dan kebersamaan yang tak direncanakan, batas-batas mulai memudar. Akankah Alesha mampu bertahan menghadapi Jongga yang menyebalkan? Atau justru tanpa sadar, ia mulai menikmati kekacauan kecil yang dibawa pria itu ke dalam hidupnya?
Sayap Pelindung by damnnottrue
damnnottrue
  • WpView
    Reads 459
  • WpVote
    Votes 24
  • WpPart
    Parts 11
Kepindahannya sembilan tahun lalu meninggalkan luka yang tak pernah benar-benar sembuh. Alaska memilih sendiri. Menyendiri. Ia meyakini tak ada seorang pun yang mampu memahaminya-kecuali Gef dan Sang Bunda. Menjadi melophobia bukanlah pilihan. Ketakutan pada musik justru memaksanya hidup dalam kepura-puraan. Alaska yang dulu telah mati, digantikan oleh sosok baru yang mengenakan topeng sempurna. Ia berpura-pura mencintai musik. Berpura-pura memiliki selera tinggi. Berpura-pura memakai earphone ke mana pun pergi-padahal alat itu hanya menjadi pelindung dari setiap lantunan yang mampu meruntuhkannya. Ia hadir di setiap pentas band sekolah, tersenyum, bertepuk tangan, dan kembali berpura-pura. Semua dilakukan agar ia tak dianggap aneh. Semua adalah dusta demi bertahan. Hingga sosok itu datang dan menghancurkan segalanya. Mikael Sadewa. Laki-laki bertubuh tinggi, kurus, dan menyebalkan-orang yang paling Alaska benci. Mikael mengetahui rahasia yang selama ini ia sembunyikan rapat-rapat. Ia melihat Alaska apa adanya, tanpa topeng. Dan lebih buruknya lagi, ia tak berusaha berpura-pura tidak tahu. "Hidup tanpa musik? Lo mati." Kalimat itu menjadi awal dari runtuhnya dinding pertahanan Alaska. Karna tak semua luka bisa disembunyikan. Dan tak semua topeng diciptakan untuk selamanya.
Pikul Pilu Pada Pulangmu by angelicatiara
angelicatiara
  • WpView
    Reads 10,864
  • WpVote
    Votes 958
  • WpPart
    Parts 109
Apa yang sebenarnya manusia inginkan? Apa yang sebenarnya lahir dari kembara tanpa tuju? Menyibak kekosongan, enggan berhenti. Satu dua kali, aku pun melakukannya. "Di mana rumahmu? Apa kamu mengunjunginya akhir-akhir ini?" Semilir mengantar gembiramu pada saat gelisah sejak kemarin menjemputku. Tapak tidak mengambil jeda. Pun bibir bergetar, melengkung pahit. "Tidak. Rumahku tidak dapat aku temukan." Rumahmu mungkin bukan lagi rumah yang hangat. Terlalu terkepul tangis, dusta, dengki, dan segala lara yang dibawa seorang diri. Tanpa kenal lelah meski sebenarnya ingin menyerah. Bersama perasaan-perasaan ini, kamu akan menemukan tempat bersandar. Bersama apa pun yang tertulis di sini, mari temukan kembali dirimu yang mungkin telah lama lupa jalan pulang. *** Seri Dua dari antologi puisi FOUR ©2026