ꞌꞋ ࣪˖👒Fiksi sejarah
28 stories
DALANG by Durkhari
Durkhari
  • WpView
    Reads 180
  • WpVote
    Votes 62
  • WpPart
    Parts 26
Jauh di Timur sana, berdiri sebuah kekaisaran besar yang hampir menguasai separuh dunia. Bahkan, sebagian besar belahan bumi Barat telah jatuh ke dalam jajahannya. Kekaisaran yang telah berjaya selama berabad-abad lamanya itu bernama Bajrasura. Namun, semua keagungan itu tak akan pernah abadi. Memangnya apa yang akan menimpa Kekaisaran Bajrasura? Mereka lumpuh? Nirmala
Antasena by ekalayanggraeni
ekalayanggraeni
  • WpView
    Reads 9,458
  • WpVote
    Votes 1,247
  • WpPart
    Parts 34
Putera dari Raden Arya Werkudara, atau yang biasa kita kenal sebagai Bima. Siapakah yang paling kuat? Gatotkaca? Coba pikirkan kembali. Pernahkah kalian membayangkan jika kisah pewayangan benar-benar terjadi pada zaman sekarang ini? Cerita ini akan menjawab rasa penasaranmu. Antasena yang usianya sudah lebih dari cukup, namun tak kunjung untuk menikah. Bratasena -Ayahnya-, memintanya untuk menikah dengan Janakawati -puteri dari Janaka-, yang merupakan sepupunya sendiri. Pada mulanya, Antasena menolak habis-habisan. Sampai akhirnya pemikiran dan hatinya terbuka setelah mengetahui siapa itu Janakawati. Sosoknya yang elok membuat hati kecil Antasena menggebu-gebu. Note: cerita kreasi dari lakon "Antasena Rabi" Bilamana ada kesalahan dalam silsilah atau cerita lainnya, harap dibetulkan. *** #1 in #wayang -> 03/03/2023 #1 in #antasena -> 08/04/2023 #1 in #pewayangan -> 18/04/2023 #1 in #jokes -> 24/03/2023 #1 in #kebudayaan -> 25/03/2023 #2 in #imortal -> 27/03/2023
Panca dan Tiga Gadis Tangguh by MYAnsori
MYAnsori
  • WpView
    Reads 8,401
  • WpVote
    Votes 1,986
  • WpPart
    Parts 75
Anna menatap wajah Ayahnya. Meskipun samar, dia bisa melihat sorot mata pria itu. Ada sesuatu yang dipikirkan orang itu. Tapi, Anna tidak tahu sebelum dia tahu apa yang terjadi. "Apa yang sebenarnya terjadi?" "Nanti kita bicara, kejar dia Anna. Beritahu centeng-centeng ... dan polisi perkebunan ...." "Ya ... baiklah." Anna bergegas meninggalkan kamar orang tuanya. Dia berhenti ketika sampai di depan pintu. Gadis itu membalikan badan. Dia melihat senapan yang tergantung di dinding. Dengan gaun yang terciprat darah, Anna berusaha berjalan lebih cepat. Dia mengangkat gaun tidurnya hingga ke lutut. Senapan di dinding diambil kemudian dengan kedua tangannya. Dengan senapan di tangan, Anna berlari keluar melalui pintu belakang. Astaga! Anna kaget ketika mendapati seorang penjaga sedang bergumul dengan pria berpakaian serba hitam. ------------------------------------ Anna, Pratiwi dan A Ling terlibat dalam usaha pencarian pencuri surat berharga milik Tuan Eijkman. Ketiga gadis itu memiliki peran dalam menentukan masa depan orang-orang terdekatnya. Di serial ini, Panca dan tiga gadis tangguh itu harus berhadapan dengan orang-orang yang mencoba mencelakai mereka. Mampukah mereka melewati setiap rintangan yang dihadapi? ---------------------------------- Masih berlatar masa Hindia Belanda sekitar akhir abad ke-19, cerita kali ini membawa kita pada masa dimana tanah Jawa masih dilingkupi berbagai budaya yang sangat beragam dan bertolak belakang. Orang Eropa dan orang pribumi memiliki adat yang sama sekali berbeda. Mulai dari cara mereka berpakaian hingga gaya hidupnya yang lebih luas. --------------------------------- Terimakasih sudah membaca, berkomentar serta memberi tanda bintang. 🙏
Panca dan Misteri Gua Kelelawar by MYAnsori
MYAnsori
  • WpView
    Reads 13,093
  • WpVote
    Votes 2,581
  • WpPart
    Parts 58
"Ki Lurah, anak saya hilang!" teriak seorang lelaki di beranda rumah. "Bukannya tadi main dengan anak-anak yang lain?" "Tidak ada. Coba perhatikan." "Ya, Ayah. Pranata tidak ada ...," Raden Darma pun berlari ke arah rumahnya sembari menunjukan wajah cemas. *** Raden Panca kembali terlibat dalam permasalahan pelik yang menimpa desanya. Kali ini Raden Panca dan Bajra harus membuka tabir teka-teki kejadian menggemparkan yang terjadi dalam suatu malam. Pada pertengahan abad ke-19, di Desa Pujasari berkembang mitos tentang makhluk besar yang menghuni Gua Kelelawar. Makhluk itu menyerupai kelelawar berukuran raksasa. Ukurannya hampir sebesar tubuh manusia. Bila dia mengepakan sayapnya, maka rentangnya bisa menutupi seekor kuda. Beberapa orang pernah melihat keberadaan makhluk itu. Sehingga tidak ada lagi orang yang berani mendekat apalagi masuk ke gua yang dihuni ribuan kelelawar itu. Tapi, suatu kejadian 'memaksa' Raden Panca untuk mendekati gua itu. Dan, dia pun kaget dengan apa yang ada di dalam gua itu. *** Baca juga serial Panca yang lain: 1. Panca dan Sang Pemburu 2. Panca dan Manusia Api 3. Raden Panca dan Harta Karun VOC Sampul dan Ilustrasi oleh Muhammad Yusuf Ansori
Panca dan Sang Pemburu by MYAnsori
MYAnsori
  • WpView
    Reads 7,983
  • WpVote
    Votes 2,638
  • WpPart
    Parts 74
"Aaaaaaaa!!!" Teriakan terdengar tidak jauh dari tempat kedua suami-istri itu duduk. "Anna! Ada apa?" Nyonya Eijkman kaget dan bertanya dengan setengah marah. Sayang, gadis itu tidak langsung menjawab. Dia mengalami kekagetan yang amat sangat. Hampir tidak bisa bicara. "Sayang ... tenang. Ada apa?" "Ste ... Ste ... Stephan ... digi ...!" -------------------------------------------- Seorang Tuan Tanah bernama Eijkman mempunyai hobi berburu. Kebiasaannya ini ternyata membawa malapetaka bagi orang terdekat. Anggota keluarganya meninggal satu-persatu karena diterkam hewan buas. Satu lagi cerita dari serial Panca yang berlatar masa Hindia Belanda akhir abad ke-19. Ini bukan cerita silat meskipun berlatar masa lalu. Cerita sederhana bagi kamu yang suka "kejutan". Terima kasih sudah berkomentar dan membubuhkan tanda bintang.
Panca dan Amarah Sophia by MYAnsori
MYAnsori
  • WpView
    Reads 8,483
  • WpVote
    Votes 2,126
  • WpPart
    Parts 59
Ketika berjalan pelan, pikirannya dihinggapi ketidaknyamanan. Tidak seperti sebelumnya. Bukan sebuah kecurigaan tetapi perasaannya mengatakan jika akan ada sesuatu yang terjadi. Perasaan yang sudah lama tidak lewat ke relung hatinya. Bukan perasaan takut melihat makhluk halus atau ditodongkan senjata api. Sebuah perasaan waspada bercampur kekhawatiran tak beralasan. Tangan kiri orang itu memegang ujung senapan. Dia memastikan jika senjatanya siap digunakan. Sepatu but kulit lembu yang dikenakannya menginjak lumpur. Sisa hujan sore tadi membuat jalan Batavia yang tak beraspal menjadi arena lumpur yang memanjang. Ah, sepatuku kotor lagi. Padahal aku malas mencucinya. Ketika pria itu mempermasalahkan sepatu yang kotor, dia tidak menyadari ada sesuatu di hadapannya. Wajar, matanya lebih suka memperhatikan kakinya di bawah lampu jalan. Sehingga matanya tidak memperhatikan sekeliling. Meskipun itu membahayakan dirinya. "Argghhh!" Dia tidak sempat melakukan apa-apa. Tubuhnya terdorong ke tanah. Senjata di tangan pun tidak berguna untuk membela diri. Selanjutnya, dia tidak sadarkan diri. ---------------------------------------------------- Ada lagi #SerialPanca selanjutnya yang bisa anda baca. Masih berlatar masa Hindia Belanda akhir abad ke-19. Membawa anda pada sebuah kejadian tak terduga dari kacamata seorang anak remaja. Panca kembali terlibat dalam sebuah urusan pelik tanpa bisa menghindar. Terima kasih sudah mampir, berkomentar dan membubuhkan tanda bintang. Semoga terhibur.
Panca dan Tragedi Pulau Haji by MYAnsori
MYAnsori
  • WpView
    Reads 3,471
  • WpVote
    Votes 788
  • WpPart
    Parts 54
Semua mata tertuju pada suasana pulau yang berbeda sebagaimana hari-hari sebelumnya. Tidak ada lagi keramaian. Tidak ada kapal bahkan sebuah sampan pun tidak ada yang bersandar di dermaga. Malam sudah menjelang, tetapi tidak ada satu pun lampu menyala. "Tuan, bukankah biasanya di sini ramai oleh orang-orang yang akan berangkat haji?" laki-laki bertubuh tinggi bertanya keheranan. "Iya, di sini tempat orang-orang yang akan berangkat ke Arab dikumpulkan." "Tapi, sekarang mereka ke mana?" ------------------------------------ Satu lagi #SerialPanca yang masih mengisahkan seorang anak remaja bernama Panca dengan segala problematika di sekitarnya. Berlatar masa Hindia-Belanda akhir abad 19 dan awal abad 20 di Batavia dan sekitarnya. Terima kasih sudah berkunjung, memberi tanda bintang dan berkomentar. Semoga terhibur.
Panca dan Harta Karun VOC by MYAnsori
MYAnsori
  • WpView
    Reads 8,345
  • WpVote
    Votes 1,934
  • WpPart
    Parts 64
"Apakah Ki Lurah ingat ini?" Kapten De Houtman mendekat kepada Lurah Bakti sembari merogoh saku celana. Dia memperlihatkan sekeping koin berwarna cerah. Lurah Bakti kaget melihat benda di telapak tangan Kapten De Houtman. Rona wajahnya terlihat jelas oleh Kapten De Houtman tapi dia mencoba untuk menguasai diri dan tidak mengundang kecurigaan. __________________________________ Raden Panca dan temannya Bajra, anak remaja yang berusaha menyelamatkan keluarganya dari kekejaman mantan serdadu Belanda bernama De Houtman. Mereka memperebutkan harta karun peninggalan VOC yang telah lama disimpan. Ini bukan cerita silat, tidak usah berharap menemukan adegan kekerasan berlebihan dalam cerita ini. Meskipun berlatar masa penjajahan Belanda, penulis tidak bermaksud menyuguhkan cerita perjuangan melawan penjajahan apalagi peperangan. ___________________________________ Baca juga serial Panca yang lain: 1. Panca dan Sang Pemburu 2. Panca dan Manusia Api 3. Raden Panca dan Misteri Gua Kelelawar
Panca dan Pembongkar Makam by MYAnsori
MYAnsori
  • WpView
    Reads 7,253
  • WpVote
    Votes 1,676
  • WpPart
    Parts 76
Orang-orang sudah berkumpul dalam waktu singkat. Mereka penasaran dengan apa yang akan dikatakan si pembawa berita. "Ki Lurah ... makam ... makam ...." "Makam apa?" "Makam ...almarhum ... Raden ... Wiguna ...." "Ada apa dengan makam ayahku?" "Heehhhh ...." Si pembawa berita malah menarik nafas panjang. Orang lain menunggu kalimat selanjutnya. Mata si pembawa berita melirik ke orang-orang yang berkumpul dan bertambah banyak. Mereka pun balik menatap. "Makam almarhum Raden ... Wiguna ... ada yang membongkar ...." --------------------------------------------- Panca kaget ketika mendapati makam kakeknya, Raden Wiguna sudah dibongkar oleh orang yang tak dikenal. Semua anggota keluarga marah. Mereka bermaksud mencari pembongkar makam itu, tapi tidak tahu harus mencari ke mana. Bagaimana kelanjutan ceritanya? Silakan membaca, memberi bintang dan berkomentar ya ... --------------------------------------------- Sebuah cerita dengan latar Batavia dan sekitarnya di akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20 pada masa kolonial Hindia Belanda. Ini bukan cerita silat meskipun berlatar masa lalu. Silakan kamu membayangkan bagaimana situasi dan kondisi masa itu. Masa dimana bangsa Eropa masih mendominasi bangsa pribumi. Ilustrasi dan sampul direkayasa menggunakan Canva.
Panca dan Pembunuh Bayaran by MYAnsori
MYAnsori
  • WpView
    Reads 5,349
  • WpVote
    Votes 1,570
  • WpPart
    Parts 57
"Paman, sedang apa Paman Aditama di sini?" Anna menyaksikan seseorang yang dikenalnya sedang melangkah ke arah gerbong selanjutnya. Di belakangnya, ada seorang laki-laki berjubah sedang memegang pisau. Tangan laki-laki itu penuh dengan darah. Begitupun pisau di tangannya. "Nona, saya hanya sedang jalan-jalan." Ketika gerbong kembali terang, kedua orang itu pergi berlalu. Mereka menuju ke gerbong selanjutnya yang dipisahkan oleh sebuah pintu. Anna bangkit berdiri. Dia penasaran. Gadis itu melihat dari pintu berjendela kaca. Kedua orang tadi terlibat perkelahian. "Arghhhh! Tolong!" Tiba-tiba ada suara wanita meminta tolong dari deretan bangku depan. Anna memalingkan wajahnya ke sumber suara. ----------------------------- Panca didatangi oleh seseorang yang tidak dikenalnya. Orang itu bermaksud mencari pamannya Panca, Raden Aditama. Namun, Anna merasa ada sesuatu diantara Raden Aditama dan orang tak dikenal itu. Anna pernah melihat mereka berdua berkelahi di kereta api. Satu lagi seri dari #SerialPanca yang membawa anda menjelajahi dunia seorang remaja yang hidup di akhir abad ke-19. Saya mencoba menyuguhkan pada anda sebuah cerita berlatar situasi di Hindia Belanda dari sudut pandang seorang remaja. Terima kasih sudah membaca, berkomentar serta memberi tanda bintang. Semoga terhibur.