matchaenakcekali
- Reads 1,164
- Votes 226
- Parts 19
"Dahulu, setiap helai napasku adalah namamu. Kini, bernapas pun aku harus berjuang melawan rasa sakit yang kau abaikan."
Seumur hidupnya, Elara von Valeraine hanyalah seorang gadis menyedihkan. Dengan paru-paru yang rusak dan napas yang pendek, ia memberikan seluruh cintanya pada Duke Xavier von Hestia. Namun bagi Xavier, Elara hanyalah beban yang mengganggu waktunya bersama Lady Isabella, cinta pertamanya.
Puncaknya, Elara dibiarkan sekarat sendirian dalam kedinginan saat badai salju, sementara Xavier berpesta di tempat lain. Di malam yang membeku itu, Elara menyerah. Ia meninggal dalam sunyi, membawa seluruh luka yang tak terobati.
Namun, takdir berkata lain. Tubuh yang rapuh itu kini ditempati oleh Rhea, jiwa modern yang tak sudi menjadi budak cinta. Rhea hanya ingin satu hal: Bernapas tanpa rasa sakit.
Ia berhenti mengejar, membatalkan pertunangan, dan mengunci diri. Namun, saat Rhea mulai menjauh dan muntah darah dalam kesendiriannya, Xavier justru mulai merasa sesak. Penyesalan datang terlambat saat ia menyadari Isabella telah lama menikah secara rahasia dengan sahabatnya sendiri, Marquess Orion.
Xavier datang bersimpuh di kaki Rhea, menangis memohon ampunan. Namun, maaf tidak bisa memperbaiki paru-paru yang hancur, apalagi hati yang sudah mati.
Kini, sang Duke Utara harus menempuh perjalanan mematikan untuk menebus dosanya. Mempertaruhkan nyawa dan darahnya sendiri demi memberikan satu napas lega bagi wanita yang pernah ia hancurkan.
Akankah mawar yang sudah layu ini mekar kembali, ataukah ia akan hancur bersama sang Duke yang terlambat mencinta?