dekantik
Mengapa harus ada pilihan?Bukankah akhirnya sama saja. Pilihan hanyalah pemanis dari Tuhan untuk alur hidup ciptaannya. Memaksa memilih yang terbaik yang berakhir menjadi yang terburuk. Hasilnya hanya penyesalan.
Seperti pilihan sederhana ingin coklat atau lollipop,hanya saja lebih kompleks dari itu.
Ibuku bilang, saat dikandungan bayi sudah diberitahu jalan hidupnya, dan memilih untuk mau dilahirkan atau tidak. Lantas mengapa Aku memilih hidup ya? Apakah ada hal istimewa yang dilihatku sehingga memilih untuk menapak dunia? Entahlah.... terlalu membingungkan