alinaxiao_02
- Reads 1,911
- Votes 123
- Parts 44
Beijing adalah kota yang tidak pernah tidur. Gedung pencakar langit di Distrik Haidian berdiri berdampingan dengan gang-gang kecil yang aroma jianbing-nya bisa membuat orang rela antre 30 menit. Di tengah hiruk pikuk itu, ada satu kompleks perumahan biasa yang penghuninya lebih unik dari tetangga pada umumnya.
Wang Yibo, mahasiswa semester akhir Teknik Mesin Universitas Tsinghua yang memilih jadi pengemudi ojek online demi membuktikan kemandiriannya. Dingin, logis, dan pelit bicara-kecuali kalau berhadapan dengan tarif ojek.
Xiao Zhan, staf administrasi perusahaan teknologi finansial yang hidupnya serapih spreadsheet. Rajin, ceria, dan selalu terlambat 5 menit karena terlalu perfeksionis memilih dasi.
Mereka tetangga. Mereka mantan teman SMP. Dan mereka sama-sama keras kepala.
Awal pertemuan mereka kembali hanya sebatas "tolong antarkan ke ujian, berapa ongkosnya?" yang berakhir dengan perdebatan tiga ribu yuan. Namun dari situlah semua kekacauan dimulai: rebutan tempat parkir, jianbing gratis sebagai "DP utang", sampai Wang Yibo yang harus belajar hal paling rumit di dunia-memahami perasaan manusia.
Ini kisah tentang dua orang yang terlalu sibuk menjadi mandiri, sampai lupa bahwa ada hal-hal yang lebih hangat daripada logika. Seperti senyum tetangga sebelah, atau tangan yang diam-diam menaruh sup jahe di depan pintu saat kamu batuk.
Karena kadang, cinta tidak datang dengan pengumuman besar. Ia datang seperti ojek langganan: datang tepat waktu, kadang ketus, tapi selalu mengantarmu pulang.
---