NANGIS BOMBAI EDITION
9 stories
Dierja Gentala, 1997  by Lilpudu
Lilpudu
  • WpView
    Reads 683,493
  • WpVote
    Votes 47,200
  • WpPart
    Parts 20
[Part Lengkap] Kehilangan kali ini adalah awal dari kerasnya hati dan kepalaku. Aku mendadak bisa menjadi monster yang paling menakutkan sekaligus mematikan untuk anak-anakku. Bahkan di saat mereka masih tak paham bagaimana cara semesta yang keji ini bekerja tanpa sosok ibu di dalamnya. "Nak, kalau bisa, cari saja Bapak yang lain, jangan bertahan dengan sosok Bapak seperti aku." "Bapak mu ini monster yang tidak punya hati." -Lilpudu Copyright, 2O22.
LAUT SEBELUM PASANG by Lilpudu
Lilpudu
  • WpView
    Reads 19,833
  • WpVote
    Votes 1,328
  • WpPart
    Parts 2
1988 adalah tahun dimana kebahagiaan masih menyelimuti keluarga Purnomo. Tahun dimana Ibu masih ada, sebelum bintang paling terang pergi keperaduannya. Copyright, Lilpudu, 2024.
Dari ayah, untuk abang ✔  by Lilpudu
Lilpudu
  • WpView
    Reads 1,305,738
  • WpVote
    Votes 26,078
  • WpPart
    Parts 2
[sedang direvisi] Tidak peduli bagaimana tubuh itu di terpa angin, hujan, ombak, bahkan badai sekalipun. Punggung Ayah akan tetap menjadi yang ter-kokoh, meski kadang lutut itu membentur tanah berkali-kali, namun nyatanya dengan senyuman tulus ia kembali bangun, berdiri seperti tidak ada rasa sakit. Copyright- Lilpudu, 2O21
Tinta Terakhir ✔  by Lilpudu
Lilpudu
  • WpView
    Reads 2,022,624
  • WpVote
    Votes 232,624
  • WpPart
    Parts 29
[Sudah dibukukan, part lengkap] versi novel bisa dipesan melalui shopee : penerbit.lovrinz01 Bagi Wisnu, hal yang paling menyakitkan adalah ketika dihadapkan dengan perpisahan. Karena mau bagaimana pun caranya, bagaimana pun keadaanya, perpisahan adalah hal yang paling Wisnu benci. Copyright- Lilpudu, 2O21
MERAYAKAN KESEDIHAN  by Lilpudu
Lilpudu
  • WpView
    Reads 95,633
  • WpVote
    Votes 9,817
  • WpPart
    Parts 6
[PREVIEW] Sebuah kisah yang ditulis dari sudut pandang raga-raga yang tersisa. Untukmu, untuk raga yang telah pergi. -Copyright, LILPUDU, 2023.
NAMANYA ARUM. by ElAlicia
ElAlicia
  • WpView
    Reads 155,939
  • WpVote
    Votes 25,556
  • WpPart
    Parts 33
Kota Pelabuhan, 1965 Arum adalah seorang gadis pantai yang gesit dan trengginas selayaknya ombak di kala hujan. Hidupnya di kota pelabuhan itu berjalan damai dan tenteram bersama ayahnya yang sangat ia kasihi. Tak pernah sedikit pun, terbesit dalam pikiran Arum untuk meninggalkan kota itu. Namun, perlahan-lahan hidupnya berubah sejak kehadiran seorang pria antah berantah di kota itu yang sering dipanggil Mas Danu. Pria itu tak jelas asal-usulnya dan semua tentang pria itu abu-abu; termasuk tujuannya pada Arum. All rights reserved, ElAlicia Start: Januari 2021 Historical Fiction, Post-Modern. Credit cover: Basoeki Abdoellah May contain some mature scenes
Se(lara)s✔️ by UmiSlmh
UmiSlmh
  • WpView
    Reads 211,689
  • WpVote
    Votes 19,971
  • WpPart
    Parts 48
[Brothership/Sicklit/Slice of Life] Ghava hampir melupakan masa-masa kelam ketika dirinya harus kehilangan orang yang paling ia sayang. Ia hampir sembuh dari kesakitan yang tiga tahun belakangan menyiksa batinnya tanpa ampun. Namun, hal itu hanya angan ketika tiba-tiba Tuhan mempertemukannya dengan orang yang sangat mirip dengan saudara kembarnya. "Ayah, berapa persen kemungkinan orang punya wajah sama di dunia ini?" "Apa dia benar-benar sudah mati?" "Katanya, di dunia ini kita tuh punya 7 kembaran."
Laut Pasang, 1994 (SEASON 2) by Lilpudu
Lilpudu
  • WpView
    Reads 268,567
  • WpVote
    Votes 18,295
  • WpPart
    Parts 7
Karena sejatinya, semua manusia di bumi ini akan saling meninggalkan. Lebih tepatnya, semua tidak kekal. Manusia akan datang dan pergi. Begitu seterusnya. Copyright, -Lilpudu, 2023.
Laut pasang, 1994  by Lilpudu
Lilpudu
  • WpView
    Reads 1,928,781
  • WpVote
    Votes 77,302
  • WpPart
    Parts 14
PART TIDAK LENGKAP. [Sudah dibukukan - Tersedia di Gramedia] Peristiwa yang menghancurkan seluruh kota dalam waktu singkat. 7 raga paling menyedihkan menjadi saksi bagaimana gilanya gelombang pasang malam itu. Malam terakhir penuh bintang, seindah senyuman ibu 6 tahun silam. "Apta! Esa! Pegang tangan Mas yang kenceng!" Copyright- Lilpudu, 2O22.