Anisastra06's Reading List
3 histórias
Tulisan Sastra✔ de Tenderlova
Tenderlova
  • WpView
    Leituras 16,353,858
  • WpVote
    Votos 1,777,182
  • WpPart
    Capítulos 31
[SUDAH TERBIT] "Sahara, hidup itu perihal menyambut dan kehilangan. Kamu tahu lagu Sampai Jumpa-nya Endank Soekamti, kan? ya kira-kira begitu lah. Tapi kamu tahu alasan kenapa manusia punya perasaan? sebab itu adalah satu-satunya cara kamu mengingat dengan kesan yang tak habis-habis. Jadi jangan terlalu sedih jika menemukan kehilangan-kehilangan lainnya. Sedihlah seperlunya, lalu ingat bahwa sebenarnya kamu tidak benar-benar kehilangan. Sesuatu itu abadi dalam kenang yang kamu bawa dalam perasaanmu. Sampai sini paham, kan?" "Sastra, kamu lupa tentang satu hal. Semakin singkat suatu cerita, semakin dalam luka yang tertoreh. Kehilangan memang akan terus terjadi. Tapi kalau boleh aku memilih, aku belum siap kehilangan kamu." Catatan: baca cerita ini di rumah aja, jangan ditempat umum. Demi keselamatan kita bersama. Terima kasih. Copyright© Tenderlova, 2020 LovRinz Publishing Hak cipta dilindungi undang-undang.
Tanda Seru de brainwasher_
brainwasher_
  • WpView
    Leituras 1,137,535
  • WpVote
    Votos 118,005
  • WpPart
    Capítulos 53
"Pergi dari Indonesia atau kau akan mati menderita." Itu seruan yang mengerikan, tetapi kenapa masih banyak yang bertahan di negeri ini? Santoso merelakan beasiswanya demi menjadi musuh pemerintah, alhasil ia harus meninggalkan Indonesia. Hanya ada dua hal berharga yang ia bawa untuk bertahan hidup di Rusia. Nomor satu adalah kepintarannya, dan nomor dua adalah putri bungsu Soeryo Diningrat. Siapa sangka, putri bungsu orang terkaya nomor satu di Indonesia itu, akan menambah keseruannya membalaskan dendamnya kepada tanah airnya sendiri. © Brain Washer copyright 2024
Rumah Tanpa Bapa |Lee Haechan And Ryujin de Anisastra06
Anisastra06
  • WpView
    Leituras 1,530
  • WpVote
    Votos 179
  • WpPart
    Capítulos 44
aku kehilangan sosok bapa, tapi bukan berarti aku harus tenggelam dalam karma yang ia buat. Lalu ia datang, lelaki berantakan katanya' yang takut seperti bapanya sendiri. Dua tangki saling bertanya. : " kalau kita nggak di ajarin cara dipeluk.... Gimana caranya pulang? "