shafasa_s
Suasana tidak terorganisir, suara ledakan granat membuat suasana menjadi kacau.
Jeritan para penduduk, tangisan yang diiringi dengan suara tembakan, membuat pikiran hancur terasa ingin meledak seperti dinamit hingga hancur berkeping-keping. Manik cokelat pekat menatap dunia dengan tatapan yang hidup dan berbinar-binar sebelumnya, kini, tatapan iris bola mata itu beralih kosong, hampa, dan air mata yang ia tahan pada pelupuk matanya itu, alun alun mengalir jatuh karena tak kuat menahan betapa hancurnya dunia yang dirinya tinggali sekarang.
DOR!!
Suara tembakan terdengar begitu nyaring,
DOR!! DOR!!! DOR!!
"kali ini ... BIARKAN DIRIKU MENGHABISI NYAWA KALIAN, SEPERTI KALIAN MENGHABISI NYAWA INSAN YANG SUDAH KU ANGGAP SEPERTI KELUARGAKU!!"
•••