Dunia Mi
3 stories
Vanilla Mint Cafe by Juuninichi
Juuninichi
  • WpView
    Reads 663
  • WpVote
    Votes 35
  • WpPart
    Parts 24
Mosaki gagal menjadi pemain basket dunia. Cedera lutut yang dideritanya akibat kecelakaan membuatnya mau tidak mau kembali pada takdir seorang Hoshizora. Mengikuti jejak sang kakak, fokus pada pendidikan bisnis kuliner, mengejar ketertinggalannya. Rencana awalnya yang gagal membuat Mosaki berambisi untuk merealisasikan rencana baru yang telah ia susun ulang. Dirinya tidak ingin menjadi produk gagal! Tidak akan pernah! Mosaki memang memulai semuanya lebih lambat daripada teman-teman seangkatannya, tapi itu tidak akan memengaruhinya. Ia hanya perlu memastikan tidak ada yang menggangu rencananya kali ini. Dan ya, sejauh ini semuanya aman. Sebelum hari dimana sesuatu yang tidak pernah terlintas di pikirannya terjadi tanpa bisa ia hentikan. Rencananya berantakan lagi! Mosaki frustrasi. Bahkan untuk rencana sesederhana itu saja tidak ada yang berjalan dengan lancar. Kehadiran orang lain yang tidak ada dalam rencananya membuatnya marah dan benci, membangunkan sisi diri Mosaki yang selama ini ia kekang demi menjaga nama baik keluarganya. Dirinya tidak sebaik sang kakak. Dirinya hanya berusaha menahan diri agar terlihat sebaik mungkin di tengah kehidupan dewasa yang bebas ini. Tapi, tidak lagi! Tidak ada lagi Mosaki si baik hati. Demi mewujudkan ambisinya, ia tidak peduli sekali pun harus menjadi jahat. ― Vanilla Mint Cafe oleh Juuninichi Dipublikasikan pertama kali: 12 Mei 2025
Cintanya Sudah Habis di Masa Lalu by Juuninichi
Juuninichi
  • WpView
    Reads 36,427
  • WpVote
    Votes 1,563
  • WpPart
    Parts 49
Bagaimana jika seseorang yang kamu panjatkan namanya pada Tuhan, agar tidak dipertemukan kembali di kebetulan mana pun itu muncul di hadapanmu? Itulah yang terjadi pada Bulan Falika Sajani. Lelaki pemilik nama Minoru Zale Arcturus itu datang dan menawarkan, tidak, memaksakan pernikahan pada seorang perempuan bernama Bulan Falika Sajani, perempuan yang ia kenal 15 tahun yang lalu selama empat bulan lamanya. Pernikahan, itu tidak ada dalam proposal kehidupan Bulan! Hanya ada dalam rencana Minoru yang jauh-jauh datang ke tempatnya berada sekarang. Bulan sudah sejauh ini, tapi Minoru tetap bisa menemukannya. Bulan sama sekali tidak mengerti dengan apa yang dipikirkan lelaki itu saat memutuskan hal sebesar itu dan sialnya! Bulan tidak bisa lagi untuk lari. Seumur hidup ia gunakan untuk berlari, tapi Minoru menariknya berhenti dan menjemputnya pulang. Bulan dan Minoru itu tidak cocok. Minoru yang manis bertemu dengan Bulan yang cuek bebek. Minoru yang tenang bertemu dengan Bulan yang ramai. Minoru yang hidup dengan kepentingan dan Bulan si yang penting hidup. Setidaknya itulah yang ada dalam pikiran Bulan. Di mata Minoru, Bulan itu terang, selayaknya purnama yang sering ia ajak bicara. Bagi Bulan, Minoru terlalu putih untuk mengetahui sisi gelapnya. Tidak ada harapan untuk mereka yang tidak pernah sepaham. Namun, takdir punya cara mainnya sendiri. "Berapa banyak lagi perjanjian yang bakal kamu langgar? Kamu kira semuanya cuma bercanda? Kamu penuhi semuanya saja nggak membuat segalanya sepadan. Yang kamu minta itu hidupku." "Kamu terlalu lama hidup sendiri, sampai nggak tahu meja makan yang hangat itu kayak gimana." "... Dan, nanti kamu bakalan ngerti kenapa aku pilih pohon cemara buat di taman rumah kita." ― Cintanya Sudah Habis di Masa Lalu oleh Juuninichi -------------------------------- Dipublikasikan pertama kali: 12 September 2024
Mi dan Kursi-kursi Kosong by Juuninichi
Juuninichi
  • WpView
    Reads 57
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
"Ku abadikan namamu dalam tulisanku, sebelum aku melupakanmu." Mi dan Kursi-kursi Kosong (Antalogi Puisi) ------------------------ Dipublikasikan pertama kali: 12 Agustus 2023 (on going)
+12 more