Daftar Bacaan AraaNa_13
5 stories
[✔] 1. DEAR J by tx421cph
tx421cph
  • WpView
    Reads 49,819,736
  • WpVote
    Votes 4,170,914
  • WpPart
    Parts 38
[Telah Dibukukan, Tidak tersedia di Gramedia] ❝Untukmu, Na Jaemin. Laki-laki tak sempurna Sang pengagum hujan dan sajak❞ ©tx421cph
Memories Philosophy || Jung Jaehyun by bshskosufhf
bshskosufhf
  • WpView
    Reads 222,759
  • WpVote
    Votes 31,715
  • WpPart
    Parts 41
[SEQUEL When this rain stops || NCT dream x 127] Ternyata... Kesempatan kedua itu benar benar ada, ya? "Dia mirip Jaemin..." "Tapi dia tak akan mati juga seperti Jaemin, kan?" "Aku bukan adikmu." "Jadi berhenti menyamakan aku dengannya." "Adikmu sudah mati, dan aku bukan dia."
Winter  ✓  by dandelions042
dandelions042
  • WpView
    Reads 121,554
  • WpVote
    Votes 14,863
  • WpPart
    Parts 63
(Completed) "Ter, menurut lo kenapa ayam tuh dikasih nama ayam? Kenapa nggak sapi aja atau.. kudanil gitu?" "Kalau gue gorok leher lo sekarang, kira-kira lo mati apa nggak napas aja, Na?" Nareshwara itu tinggi ✅ Ganteng ✅ Suaranya bagus ✅ Jago gombalin cewek❌ Kalem banget❌ Nggak suka nyusahin Winter❌ "Kayaknya sih mati.. tapi ayam tuh ya-" Lelah lahir batin. Itulah yang selama belasan tahun Winter rasakan. Bersahabat dengan pemuda minim kewarasan yang selalu bertingkah 'semau gue' serta penganut prinsip 'terobos ajalah anying' ini bikin Winter sadar kalau resign jadi penduduk bumi bukanlah pilihan buruk. "Lo waras dikit bisa nggak, Na?" *** "Gue suka sama lo." "Hah?" "G-gitu, kan, bilangnya?" "Ah-ooh, iya ya, bisa gitu.. sih?" "Tadi itu pe..percobaan... ehehek," *** Sementara bagi Jeriko, menebas egonya yang setinggi langit dan hatinya yang sebeku daratan Antartika bukanlah perkara mudah. Namun, dihadapan seseorang yang berhasil memberikannya tempat ternyaman untuk 'pulang'. Dia bersedia memberikan apapun, sekalipun harus goresan luka yang jadi bayarannya. "Kalau gue mati.. lo juga harus mati, Darling. Seenggaknya kalau kita nggak bisa bersatu dibumi, kita bisa abadi di surga." "Mahluk kayak lo lebih pantas ada di kerak neraka sana!" "Lo mau abadi di neraka sama gue? Fine, gue nggak masalah mau dimana pun. Asal ada lo-nya." "DIH, SINTING!" "Love you more, Darling." *** 17+ ©Dandelions042
Di Atas Rasa (TERBIT) by K_ambara17
K_ambara17
  • WpView
    Reads 41,238
  • WpVote
    Votes 1,644
  • WpPart
    Parts 25
"Adalah mereka yang merangkum kisahnya di atas rasa." Bagi Mahawira Hasta (Hasta), sanubari milik Rainaya Sukma Wibisono (Naya) adalah selayaknya lautan rasa yang akan selalu membuai dalam riak renjana yang tulus. Begitu banyaknya kesempatan dan manusia yang memenuhi dunia Naya. Namun, sepotong hati milik gadis itu pada akhirnya hanya jatuh pada Hasta. Di balik kondisi fisik Hasta yang tak lagi bisa disebut "biasa", Naya justru hanya melihat makna yang begitu subtil di dalam kalbu pemuda itu. Sebuah makna yang pada suatu masa mengantar Naya pada sebuah cerita kelam masa lampau yang selama ini tersembunyi rapat-rapat dalam dunianya yang penuh puing-puing ironi. Bagi Ratnamaya Hawa (Hawa), bunga panca warna biru adalah analogi dari dunianya yang selama lima tahun belakangan dipenuhi perasaan kecewa dan takut. Rasa bersalah yang terus mengendap di batin semenjak tragedi yang mengubah dunianya dan Hasta di lima tahun silam, pada akhirnya tak henti membuat Hawa terus melihat Hasta sebagai sosok rapuh yang harus selalu dilindungi. Hingga pada suatu waktu, di tempat yang tak pernah ia sangka, Hawa menemukan bunga panca warna merahnya--seseorang yang membawa pesan harapan. Akankah hari-hari penuh rasa bersalah dan mimpi-mimpi buruk itu berakhir? Pertama dipublikasikan pada 18 Agustus 2019 Cover art by: Didi Andi Instagram ID: @didiandii
Slow Days (FIN) by K_ambara17
K_ambara17
  • WpView
    Reads 36,952
  • WpVote
    Votes 2,271
  • WpPart
    Parts 28
Tujuh bulan semenjak kehilangan orangtua, pekerjaan pertama, dan mengalami kelumpuhan akibat kecelakaan, saya memutuskan mengasing di vila keluarga. Di sini, saya menyepi, mengurung diri sembari mencoba mengumpulkan keberanian untuk melihat hari-hari yang kembali datang dengan kenyataan masam, penuh penyangkalan. Hari-hari yang saya rasa hanya akan berkisar pada putaran waktu yang terasa lambat dan hal-hal yang tidak sederhana. Untuk kesekian kali, saya menemui diri yang belum piawai berduka, tidak paham apa itu menerima. Satu-satu, saya juga tengah berusaha menghimpun kebahagian yang masih tersisa. Namun sayangnya, tidak ada. Dan akhirnya, sekali lagi, ingin saya bertanya padamu. Tolong, beritahu saya bagaimana caranya mencintai diri ini lagi seperti sedia kala.