WpKentangGoreng
"Kalian munafik."
Kalimat yang selalu Madevan lontarkan kepada semua orang. Tidak pandai menjadikan isi hati sebagai kalimat adalah keahliannya yang bodoh. Berwajah datar menyimpan makna sangat dalam. Kepintarannya juga memiliki sesuatu yang menyakitkan. Dadanya yang selalu sakit menyimpan penyakit menurun dari Bundanya.
"Lo pikir gua bisa terima semua kesalahan lo? Atas kematian Bunda? Ga semudah itu, gua udah muak sama lo."
Pertengkarannya dengan saudara laki-lakinya tidak berkunjung reda. Hingga ia bertemu Laras sang pemilik senyuman indah dan manis. Namun, Tuhan lebih menyayanginya. Bagaimana keadaan Madevan selanjutnya? Apakah sakitnya akan menghilang? Atau malah dirinya yang menghilang?