aishena_
"Kamu pikir dengan perilaku mu yang seperti itu aku akan menyukaimu?" tanya Algerian Danidiaksa pada cewe di depannya.
"Ya, bahkan aku sendiri bisa merasakan detak jantungmu yang berdetak dua kali lipat lebih jelas dari tadi," jawab Rafflesha Arsylasya.
Algerian terdiam. Cowok itu menarik napas dalam-dalam, mencoba mengendalikan gemuruh di dalam dadanya yang telanjur dibongkar oleh Rafflesha. Jarak mereka begitu dekat di koridor belakang sekolah yang sudah sepi ini.
Aroma parfum Rafflesha yang manis seperti buah persik menyeruak, memenuhi indra penciuman Algerian, membuat fokusnya buyar. Mata elang Algerian menatap tajam, tetapi Rafflesha tidak gentar sama sekali.
Cewek itu justru tersenyum manis, memamerkan deretan giginya yang rapi. Tangannya masih menempel di dada bidang Algerian, merasakan setiap dentuman yang kian tidak beraturan.