must read this bl🔥
117 cerita
Baby Blue & The Ice CEO oleh sweetnesya
sweetnesya
  • WpView
    Membaca 57,750
  • WpVote
    Vote 3,884
  • WpPart
    Bab 28
Semua berawal dari satu insiden memalukan di lobby perusahaan. Luca Blue Kavindra hanya ingin mencari ruangan ayahnya dan malah menabrak seorang pria tinggi dingin yang aura kekuasaannya bisa membuat resepsionis salah napas. Pria itu adalah Theodore Javier Cruz. Dari benturan pertama, dunia Luca berubah.. WARNING!! ini homo, yang homophobic menjaauhh hus hus, jangan hujat. menjauh aja langsung
099 oleh papercutscars
papercutscars
  • WpView
    Membaca 960,126
  • WpVote
    Vote 64,209
  • WpPart
    Bab 44
Saint Dymphna bukan rumah sakit biasa, itu adalah kuburan bagi orang hidup. Dan di Sektor 9, di sel isolasi terdalam, mendekam Kairos Valerian-seorang jenius, miliarder, dan psikopat yang membantai keluarganya sendiri tanpa membunuh mereka. ​Semua orang tahu aturan mainnya. Jangan menatap matanya. Jangan bicara padanya. Dan demi Tuhan, jangan pernah merasa kasihan padanya. ​Elena, dokter baru yang naif dengan hati selembut kapas, melanggar satu aturan fatal itu. Dia melihat Kairos kedinginan, dan dia memberikan selimut. ​Elena mengira dia sedang menyelamatkan seorang pasien yang tersiksa. Dia tidak sadar bahwa dia baru saja memberikan undangan VIP kepada Iblis untuk masuk ke dalam hidupnya. Kairos tidak butuh diselamatkan. Dia hanya bosan... dan Elena adalah mainan baru yang sempurna untuk dimainkan. ​"Lari, Elena. Sebelum kau sadar bahwa pintu sel itu tidak pernah benar-benar terkunci." ⚠️WARNING 18+ content many disturbing, adult, violent scenes
VaZa(BLLOKAL) oleh koloranya
koloranya
  • WpView
    Membaca 20,236
  • WpVote
    Vote 1,429
  • WpPart
    Bab 20
Lapak BL
PINGITAN ALAM oleh Naeva_N00bie
Naeva_N00bie
  • WpView
    Membaca 296,408
  • WpVote
    Vote 33,303
  • WpPart
    Bab 30
Arjuna Mahardika, selebgram kota yang hidupnya cuma seputar skincare, pesta, dan konten TikTok, terpaksa harus mengasingkan diri ke Desa Karang Tritis demi menjenguk neneknya. Niat hati cuma liburan seminggu, Juna malah terjebak drama kehidupan desa yang jauh dari kata estetik, sungguh sebuah bencana... ​Tapi, bencana sesungguhnya bukan itu. Bencana itu bernama Raden Bimo Prakoso.
Benang Takdir oleh anaktunggal023
anaktunggal023
  • WpView
    Membaca 24,746
  • WpVote
    Vote 1,953
  • WpPart
    Bab 30
Gimana rasanya jadi anak tulang wangi yang dalam kepercayaan orang Jawa itu orang yang disukai sama hantu. Enggal anak yang punya weton itu harus mengalami kejadian janggal dalam hidupnya setelah tahu kalo dia disukai sama hantu. Hantu itu mau bawa dia ke alamnya, bisa gak Enggal mengalahkan hantu itu atau justru malah jatuh cinta sama hantunya karena ganteng?
8 3 1 • 1 4 3 7 oleh joiib4
joiib4
  • WpView
    Membaca 360,055
  • WpVote
    Vote 21,368
  • WpPart
    Bab 45
"Dimsum?" "Siomay sayang, not dimsum." --- "Woah... kolam renang u banyak banget ya, Ki." "Itu bukan kolam renang, sayang. Itu empang buat ikan." --- "Ohh... pantesan. I kira u punya resort kolam renang low budget gitu." "Dasar anak kota, beda banget sama kampung. Semua yang di liatnya kayak fasilitas wisata."
𝗔𝗿𝗴𝗮𝘀 𝗔𝗻𝗱 𝗔𝘃𝗲𝗻 [COMPL𝗘TED] oleh oceanjourney
oceanjourney
  • WpView
    Membaca 354,236
  • WpVote
    Vote 18,043
  • WpPart
    Bab 24
Argas tuh kehidupan simpel banget. Enggak jauh-jauh dari tongkrongan, teman-temannya. Tiba-tiba banget di suruh nikah sama anak baik-baik sama mamanya sendiri. Tapi Argas punya rahasia kecil yang orang-orang enggak tahu -terkecuali teman-temannya.
Perahu [Lokal] oleh LoVeLG23
LoVeLG23
  • WpView
    Membaca 68,226
  • WpVote
    Vote 2,525
  • WpPart
    Bab 36
"Habisin," kata Dewa. Tian menatapnya sesaat, lalu meraih gelas itu dengan tangan yang sedikit gemetar. Ia menghabiskan sisa es tehnya dalam beberapa tegukan cepat, tidak berani membantah. Keheningan canggung itu akhirnya dipecahkan oleh Farel. "Gue laper. Ada yang mau pesen lagi?" Naren buru-buru mengangkat tangan. "Gue, gue! Mau pesen apa?" tanyanya, lebih pada Farel daripada siapa pun. Sebelum Tian bisa menjawab, Dewa sudah lebih dulu bersuara. Ia bersandar di kursinya, terlihat sangat santai. "Pesenin dia mi rebus. Yang pedes."