Chellooooooo
- Reads 1,204
- Votes 147
- Parts 10
"Profesiku hanya sebuah ancang-ancang dan batu loncatanku untuk menemukan sesuatu yang kelam, seberapa pelik aku menerima kenyataan, itu tak sebanding dengan apa yang mereka lakukan, aku membenci semua orang di rumah itu. Percayalah, suatu hari nanti.. saat aku dan adik-adikku menang, kau akan mati dengan gelisah." - Haraya
"Sebuah kegilaan dibalut identitas harmonis, aku yang menjadi korban, tapi aku juga yang menjadi pedang pemutar arah. Aku memang hanya seorang Dokter Bedah Toraks, Kardio dan Vaskular, namun perubahan besar yang bahkan tak ku mengerti sewaktu kecil, membuat diriku menanamkan benih dendam mendalam terhadap keluarga gila itu. Aku dan saudariku hanya menunggu, menunggu waktu yang tepat. Saat waktu itu tiba, kalian hanya akan menangis, menangis meratapi perbuatan busuk yang tak pernah kalian pikirkan sebelumnya, jika pedang yang kalian arahkan akan kembali kepada diri kalian sendiri. Perlakuan manis yang berubah mematikan akan kalian lihat dari diriku, jika kalian bisa menggila, maka aku akan lebih menggila dari kalian." - Haleya
"Diamku bukan tentang ketakutan, tapi tentang kekejaman, jiwa yang aku bangun dengan lebel penuh kasih sayang, bukan yang sebenarnya, kasih sayang hanya bentuk rencana mematikan. Maka terbuailah kalian dengan ketulusan sederhanaku." - Hasya
"Mati... satu kata yang akan aku ucapkan pertama kali jika wajah itu berhenti tepat di bawah kakiku, wajah itu yang selalu membuat diriku bertindak gegabah terhadap saudariku." - Hakaya
"Kepolosanku memiliki arti tersendiri bagiku, tangan yang berbalut Kinesio Tape ini, bukan untuk melindungi jari-jemariku, tapi untuk menyumpal mulut berbisamu." - Hamiya
"Keras kepala? Tentu saja bukan untuk membuat dirimu terbebani, tapi untuk membuat dirimu lengah dengan berdebat tanpa selesai denganku." - Halura
"Kemanjaanku hanya untuk memastikan kematianmu datang tepat di depan mataku." - Hakala
Ikutlah bersama kami untuk mencari keberhasilan.
-Aku Jiwa yang Bertahan-
By: Chello