flustrdbcs's Reading List
6 stories
Riot Crush by cyntrsm_27
cyntrsm_27
  • WpView
    Reads 39,859
  • WpVote
    Votes 5,694
  • WpPart
    Parts 22
[BxB] [Fanfiction] Kalo nggak suka skip aja yaa! Homophobic dilarang mampir! ☰ ☱ ☲ ☳ ☴ ☵ ☶ ☷ ☰ ☱ ☲ ☳ ☴ ☵ ☶ ☷ SMA Archernar memang sudah panas sejak dulu, tapi kedatangan anak-anak baru membuat sekolah itu meledak tanpa peringatan. Dalam dua hari, mereka merebut perhatian, wilayah, dan rasa takut yang selama ini milik Alcher. Tidak ada yang tahu mereka siapa. Tidak ada yang tahu dari mana mereka datang. Hanya satu hal yang jelas, Archernar bukan lagi sekolah seperti biasanya. Sean, ketua Alcher, baru kembali dari skorsing ketika mendengar kabar ada geng baru yang menghajar anak-anaknya. Nama mereka beredar seperti kabar buruk. Dan di pusat badai itu berdiri seseorang yang seharusnya tidak ada di sana. Kieran. Liar. Tengil. Pede dengan cara yang bikin orang emosi. Dan entah kenapa... berbahaya. Berbahaya dalam cara yang tidak bisa dijelaskan oleh Sean, tapi sangat bisa dirasakan. Pertemuan pertama mereka bukan sekadar perang tatapan. Itu peringatan. Itu ledakan kecil yang terasa seperti awal dari sesuatu yang jauh lebih besar. "Gue habisin lo semua!" "Kalo lo marah, aura lo naik. Dan itu bikin gue pengen ngetes lo lebih jauh." Tensi yang seharusnya berubah jadi perkelahian justru merambat ke tempat lain, lebih panas, lebih liar, lebih tidak masuk akal. Dalam perang dua geng terbesar Archernar, mereka seharusnya saling menjatuhkan. Tapi semakin Sean berusaha membenci Kieran, semakin besar sesuatu yang tumbuh di antara mereka. Sesuatu yang tidak boleh ada. Tidak boleh terjadi. Karena ada hal yang tidak diketahui Sean: Kieran bukan sekadar anak baru. Bukan sekadar anak yang mengajaknya perang. Tidak sekadar musuh. Ada rahasia gelap di balik namanya. Rahasia yang bisa menghancurkan seluruh Archernar. Rahasia yang bisa menghancurkan Sean juga. Kadang, musuh paling berbahaya... adalah orang yang paling lo pengen cium, bahkan sebelum lo sadar siapa dia sebenarnya.
Katanya Cuman Temen?  by cet_rineee
cet_rineee
  • WpView
    Reads 7,592
  • WpVote
    Votes 999
  • WpPart
    Parts 21
Seonghyeon adalah siswa yang dikenal hangat, lembut, dan menjadi primadona di sekolahnya. Di balik senyumnya yang tenang, ia menyimpan ketakutan dan kebingungan setelah sebuah kejadian kelam yang membuatnya merasa rapuh. Di tengah masa sulit itu, hadir Keonho-sahabat yang awalnya hanya dikenal lewat candaan, pertengkaran kecil, dan tawa khas ala "Tom and Jerry" di kelas. Namun semuanya berubah ketika keberanian Keonho melampaui batas pertemanan. Dari melindungi Seonghyeon di saat paling genting, hingga pengakuan jujur yang terlontar di sebuah taman sepi, hubungan mereka mulai bergeser ke arah yang tak pernah mereka rencanakan. Di antara trauma yang belum sepenuhnya sembuh, perasaan nyaman yang tumbuh perlahan, serta ketakutan akan kehilangan, Seonghyeon harus belajar memahami hatinya sendiri. Sementara Keonho memilih bertahan-menunggu tanpa memaksa, menjaga tanpa mengekang. Ini adalah kisah tentang perlindungan, proses penyembuhan, dan cinta yang tumbuh pelan-pelan. Tentang dua remaja yang belajar bahwa rasa aman kadang bukan datang dari janji besar, melainkan dari kehadiran yang konsisten-di pagi hari menuju sekolah, di layar ponsel saat malam, dan di setiap langkah yang mereka lalui bersama.
Denial | KeonHyeon by nightrvde
nightrvde
  • WpView
    Reads 4,707
  • WpVote
    Votes 448
  • WpPart
    Parts 17
He knows, he's just afraid. bxb, fanfiction
posko nomor 5 by apsriddd
apsriddd
  • WpView
    Reads 94,875
  • WpVote
    Votes 14,171
  • WpPart
    Parts 39
Apa jadinya kalau lima mahasiswa dengan kepribadian bertolak belakang harus tinggal satu atap selama 45 hari di desa terpencil? Biantara (Manajemen) punya rencana hidup yang sempurna: KKN, beresin proker, lalu pulang. Tapi rencananya berantakan saat dia harus berurusan dengan Helga (Pertanian) cowok berisik yang lebih suka ngobrol sama kambing daripada dengerin omelan bian soal uang kas. Di sisi lain, ada Hiro (Teknik), si ketua kelompok yang kaku dan gila kerja, yang perlahan mulai luluh karena ketenangan Kalan (Sastra) dan kopi pahit buatannya di tengah malam. Bagi mereka, Posko Nomor 5 awalnya hanyalah rumah tua yang pengap. Namun, di antara tumpukan laporan proker, debu desa Sukasenja, dan sinyal yang timbul tenggelam, mereka sadar... ada perasaan yang justru tumbuh makin kuat. Sanggupkah mereka menyelesaikan KKN tanpa ada yang patah hati? Ataukah Posko Nomor 5 akan jadi saksi bisu cinta yang tak tersampaikan?