mcflurallery
Awal 2000-an. Tatjana menjalani hidup dalam sunyi yang akrab, di sebuah rumah kecil di Depok bersama anak semata wayangnya, Darga, seorang mahasiswa Hukum Universitas Indonesia. Sudah bertahun-tahun sejak Bagas-suaminya, seorang prajurit muda-gugur dalam tugas di Timor Timur. Tapi bagi Tatjana, Bagas tak pernah benar-benar pergi. Ia masih hadir dalam bisikan malam, dalam bayangan yang enggan lepas, dalam jeda-jeda hidup yang terus berjalan namun tak pernah utuh.
Hari-hari Tatjana diwarnai ketabahan yang diam. Namun di mata keluarganya, kesendirian itu adalah kelemahan. Maka datanglah seseorang-pilihan keluarga-yang dianggap mampu mengisi kekosongan di hidup Tatjana, membawa harapan baru, masa depan baru.Tapi cinta tak bisa diperintah, dan kenangan tak bisa dikubur begitu saja. Apakah membuka hati pada yang baru berarti mengkhianati yang telah pergi?
Tatjana terjebak di antara masa lalu yang belum selesai dan masa depan yang belum pasti. Ia berdiri di persimpangan antara masa lalu yang tak ingin ia tinggalkan dan masa depan yang tak bisa ia terima sepenuhnya. Ia ingin kuat demi anaknya, namun ia pun perempuan yang tak ingin kehilangan haknya untuk tetap mencintai, meski pada sosok yang sudah tiada.
"Perjamuan Sunyi" adalah kisah tentang cinta yang tak lekang oleh waktu, tentang perempuan yang berdiri di antara kehilangan dan harapan, dan tentang keberanian untuk tetap memilih kesetiaan, bahkan ketika seluruh dunia memintanya untuk melupakan.