Sashi_zahra
Maya, seorang wanita dengan hati yang tumbuh dalam ketulusan. Namun, dunianya yang tenang terhisap ke dalam gravitasi Arya, sosok matahari yang menyilaukan namun membakar. Arya hadir sebagai mahakarya karisma yang dipahat dari kesombongan, ia adalah pusat semesta yang menuntut pemujaan, mendominasi setiap ruang dengan pesona yang melumpuhkan akal sehat.
Hubungan mereka bermula dari badai love bombing yang dahsyat sebuah jebakan manis yang membuat Maya merasa menjadi puspa paling istimewa di musim semi. Namun, di balik topeng dewa yang sempurna, bersemayam sosok predator narsistik yang penuh tipu daya. Perlahan tapi pasti, Arya mulai mempreteli jati diri Maya. Madu pujian berubah menjadi belati kritik, dan kasih sayang berubah menjadi isolasi yang menyesakkan. Melalui labirin gaslighting yang sistematis, Arya menghancurkan pijakan realita Maya hingga ia kehilangan kewarasannya sendiri.
Di tengah reruntuhan jiwanya yang nyaris padam, Zakaria hadir membawa keteduhan yang membumi. Tanpa paksaan dan ambisi untuk menguasai, Zakaria perlahan mengumpulkan serpihan-serpihan diri Maya yang berserakan. Dengan kesabaran tanpa batas, ia menjadi tempat bernaung bagi luka yang menganga, menawarkan kehangatan tulus yang selama ini menjadi anomali bagi Maya.
Kini, Maya berdiri di persimpangan jalan yang menyakitkan, tetap merayap di bawah bayang-bayang matahari yang mematikan, atau memberanikan diri melangkah menuju cahaya baru yang tenang, menyembuhkan, dan akhirnya membebaskan.