PRICENOIR
Based True Story
Anita, 32 tahun, seorang ibu dua anak yang sehari-hari hidup dalam bayang-bayang suaminya sendiri. Joko, laki-laki pengangguran yang kasar, patriarki, dan pemalas, hanya tahu menyuruh dan menghakimi, sementara Anita harus banting tulang bekerja di pabrik garmen sekaligus mengurus segala kebutuhan rumah tangga. Bahkan luka fisik pun pernah Anita terima dari tangan orang yang seharusnya melindunginya. Di mata semua orang termasuk Joko,Anita hanyalah istri penurut yang kusam, lelah, dan tak berdaya. Setiap pagi, dia berangkat berbalut jilbab lebar, sweater longgar, dan masker, seolah ingin menghapus segala bentuk kecantikannya.
Namun, semuanya hanya topeng. Begitu gerbang pabrik tertutup di belakangnya, Anita berubah total. Dia melepas segala penutup itu dan menggantinya dengan seragam ketat yang menonjolkan lekuk tubuhnya yang masih kencang dan mempesona. Diam-diam dia merawat diri, membeli perawatan kulit dan wewangian yang disembunyikan rapat di dasar tas. Di sini, di balik dinding pabrik, Anita bukan lagi pembantu rumah tangga, melainkan wanita seksi yang diincar banyak pandangan.
Rio yang lembut dan memuja, Rey yang nakal dan penuh gairah, serta Farhan yang berkuasa dan dominan. Ketiganya tahu betul bahwa Anita adalah istri orang. Tidak ada janji setia, tidak ada tuntutan cerai, dan tidak ada keinginan untuk memiliki secara utuh. Kesepakatan mereka hanya satu: kesenangan, kepuasan, dan kenikmatan sesaat, dengan cara bermain paling aman dan nyaman.
Anita memutarbalikkan keadaan. Dia mengatur jadwal, membagi waktu, dan memastikan ketiga laki-laki itu tidak pernah saling mengenal atau curiga satu sama lain. Rasa deg-degan karena takut ketahuan justru menjadi bumbu paling nikmat dalam hidupnya yang dulu kelabu.
Dan alasan terbesar mengapa Anita memilih tetap tinggal bersama Joko? Sangat sederhana namun cerdas. Baginya, Joko hanyalah "pengasuh anak dan penjaga rumah gratis" yang setia berada di rumah saat dia bekerja dan bersenang-senang.