velvetnocturne88
- Reads 1,738
- Votes 198
- Parts 11
"𝘿𝙞 𝙙𝙖𝙡𝙖𝙢 𝙥𝙚𝙣𝙜𝙖𝙙𝙞𝙡𝙖𝙣𝙠𝙪, 𝙝𝙖𝙣𝙮𝙖 𝙖𝙙𝙖 𝙝𝙞𝙩𝙖𝙢 𝙙𝙖𝙣 𝙥𝙪𝙩𝙞𝙝. 𝙏𝙖𝙥𝙞 𝙗𝙖𝙜𝙞𝙣𝙮𝙖, 𝙖𝙠𝙪 𝙖𝙙𝙖𝙡𝙖𝙝 𝙨𝙚𝙡𝙪𝙧𝙪𝙝 𝙨𝙥𝙚𝙠𝙩𝙧𝙪𝙢 𝙬𝙖𝙧𝙣𝙖𝙣𝙮𝙖."
Higuruma Hiromi adalah seorang pria yang hancur oleh sistem hukum yang korup. Di tengah kegilaan Culling Game, ia menjelma menjadi hakim dingin yang tidak mengenal ampun. Namun, ada satu variabel yang tidak pernah diperhitungkan oleh kutukan mana pun dalam permainan maut ini: Ume, istrinya.
Ume bukan sekadar pendamping. Di balik sifat lembutnya, ia menyimpan kutukan kuno Kagami-no-Seijaku-sebuah teknik cermin yang mampu memantulkan dosa dan serangan balik ke arah pemiliknya. Ia hadir bukan untuk bertarung demi poin, tapi untuk menjaga agar suaminya tidak kehilangan kemanusiaannya di tengah tumpukan mayat.
Ketika Itadori Yuji melangkah masuk ke dalam domain maut Higuruma, sebuah rahasia besar terungkap. Yuji tidak datang untuk menang, ia datang untuk dihukum. Di ambang eksekusi mati yang tak terelakkan, Ume terpaksa melanggar sumpah diamnya. Ia masuk ke tengah medan laga, mempertaruhkan nyawanya demi melindungi seorang remaja yang hancur dan seorang suami yang tersesat.
Namun, saat musuh dari masa lalu seperti Naoya Zenin datang untuk memanen nyawa mereka, mampukah cinta bertahan di tempat di mana keadilan telah mati?
"𝙅𝙞𝙠𝙖 𝙝𝙪𝙠𝙪𝙢 𝙢𝙚𝙣𝙪𝙣𝙩𝙪𝙩 𝙣𝙮𝙖𝙬𝙖𝙢𝙪, 𝙢𝙖𝙠𝙖 𝙖𝙠𝙪 𝙖𝙠𝙖𝙣 𝙢𝙚𝙣𝙟𝙖𝙙𝙞 𝙙𝙞𝙣𝙙𝙞𝙣𝙜 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙢𝙚𝙢𝙖𝙣𝙩𝙪𝙡𝙠𝙖𝙣 𝙩𝙖𝙠𝙙𝙞𝙧 𝙞𝙩𝙪 𝙠𝙚𝙢𝙗𝙖𝙡𝙞."