Nelvya_
- Reads 1,195
- Votes 106
- Parts 8
"𝘫𝘢𝘨𝘢𝘪𝘯..𝘢𝘯𝘢𝘬 𝘬𝘪𝘵𝘢 𝘩-𝘩𝘦𝘦𝘴𝘦𝘶𝘯𝘨.. "bisiknya, suaranya nyaris tak terdengar, hanya sebuah embusan napas terakhir.
Matanya meredup, tangannya menyentuh pipi heeseung terkulai lemas.
" 𝘚𝘜𝘕𝘎𝘏𝘖𝘖𝘕.." raungan heeseung menggema, memecah kesunyian, ia memeluk tubuh sunghoon yang sudah tak bernyawa.Tangisnya pecah, histeris dan penuh penyesalanpenyesalan. Dunia heeseung runtuh.
Di ambang pintu.Jay mematung, menyaksikan adegan tragis itu dengan tatapan kosong.
Heeseung mengangkat wajahnya, mata merahnya menatap jay, dan ia mengangkat bayi mungil itu dengan tangan gemetar lalu mencium kening nya dan mendekatnya pada jay.
"𝘫𝘢𝘨𝘢 𝘥𝘪𝘢.. 𝘫𝘢𝘺" suara heeseung serak, nyaris tidak dikenali "𝘫𝘢𝘨𝘢 𝘥𝘪𝘢 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬..𝘴𝘶𝘯𝘨𝘩𝘰𝘰𝘯"
jay mengambil alih bayi itu, tanpa menunggu jawaban heeseung melangkah mundur dan mengambil benda yang selalu terselip di pinggangnya. Jay hanya bisa melihat tak mampu bergerak. dan saat suara tembakan menggema di telinga, saat itu juga tubuh heeseung ambruk di samping sunghoon, menyusul kekasihnya.
kini hanya ada suara tangisan bayi yang mengisi kekosongan, tangisan yang memililukan seolah-olah meratapi takdir tragis orang tuanya.