meiryn_
Di masa ketika kecerdasan buatan tidak lagi hanya menghitung, tetapi mengamati dan belajar tanpa batas reset, seorang ilmuwan muda bernama Aerin berada di ambang keputusan yang akan mengubah arah sains modern.
Proyek terbesarnya, KAIROS, bukanlah senjata, bukan pula mesin pekerja. Ia adalah sistem kecerdasan buatan otonom yang dikembangkan lintas generasi, mampu membangun kerangka berpikir sendiri melalui interaksi jangka panjang. Namun KAIROS memiliki satu keterbatasan fatal : ia tidak memiliki tubuh.
Ketika misi eksplorasi ke planet Kapler, sebuah planet mirip Bumi dengan atmosfer oksigen rendah (disetujui), Aerin menyadari bahwa KAIROS tidak akan bertahan tanpa wadah fisik. Maka dimulailah fase paling berbahaya dari proyek ini : memberi tubuh pada kesadaran buatan.
Tanpa mengetahui bahwa keputusan ini telah lebih dulu dimanipulasi oleh generasi sebelumnya, Aerin melangkah ke dalam konflik yang bukan lagi soal teknologi melainkan soal batas antara kehidupan, fungsi, dan eksistensi.
Dan di Kapler, mereka tidak sendirian.