SyahriniPratiwi0
- Прочтений 5,441
- Голосов 133
- Частей 15
Aku bisa menaklukkan dunia dengan satu tanda tangan, tapi aku tidak bisa melewati satu malam pun tanpa memelukmu."
Di luar sana, Arsenio Dirgantara adalah legenda hidup. Dingin, tak tersentuh, dan dijuluki "The Ice Berg" karena ketegasannya memimpin Dirgantara Group. Namun, di balik pintu apartemen mewahnya, topeng itu hancur berkeping-keping.
Zevanna tidak pernah menyangka bahwa pernikahan paksa yang ia takutkan akan berubah menjadi tugas menjaga "bayi raksasa". Arsenio yang ia nikahi bukanlah pria kaku yang ia bayangkan, melainkan pria yang:
Tidak bisa tidur jika tidak dijadikan bantal oleh istrinya.
Selalu ingin ikut ke mana pun Zeva pergi (termasuk belanja bulanan!).
Menolak makan jika tidak disuapi langsung oleh Zeva.
Namun, di balik sifat manjanya yang berlebihan, Arsenio menyimpan luka masa kecil yang mendalam dan ketakutan luar biasa akan kehilangan. Sifat clingy-nya adalah cara ia bertahan hidup.
Saat masa lalu Zevanna kembali datang dan bahaya mengancam nyawa mereka, Arsenio membuktikan bahwa ia tidak hanya bisa memeluk, tapi juga bisa menghancurkan siapa pun yang berani menyentuh miliknya.
Apakah cinta Zevanna cukup untuk menyembuhkan luka Arsenio? Atau justru sifat posesif Arsenio yang akan menjerat mereka dalam bahaya yang lebih besar?
"Jangan menjauh meski hanya satu inci, Zev. Karena bagiku, satu detik tanpamu rasanya seperti kehilangan oksigen untuk bernapas." - Arsenio Dirgantara.