Llemieanoha0's Reading List
3 stories
DIA ALFARIZKY by Dae_Mahanta
Dae_Mahanta
  • WpView
    Reads 491,141
  • WpVote
    Votes 44,547
  • WpPart
    Parts 30
Dia Alfarizky, cowok yang kasih tahu gue bahwa dunia itu indah, dunia nggak semenyeramkan apa yang gue pikirkan, dunia bakalan ramah kalau kita ramah. katanya, "Jadilah orang baik, maka kamu akan diterima di mana pun dan siapa pun, tanpa ditanya suku, ras, agama dan idiologi-mu,"
Shitometri Love [Juara Kedua] by Dae_Mahanta
Dae_Mahanta
  • WpView
    Reads 3,016,157
  • WpVote
    Votes 353,722
  • WpPart
    Parts 75
[Boys Love] "Anjiir ... gila si nolep ini, nggak cuma cewek atau cowok doang yang naksir, setan juga naksir," Gue Yudhayaksa Rahagi, Cowok nolep kalau kata temen fujo akut gue si Ayu, tapi kata nyokap gue ganteng, kok! Meski kaca mata gue tebel, tapi gue percaya nyokap, lagian juga ada buktinya, hidung gue tinggi, alis gue tebel, tinggi badan gue juga nyentuh 180 cm nggak kalah sama bintang lapangan basket yang digilai cewek-cewek. "Yudha ... kalau lu belok, lu jadi uke apa seme? Badan lu bagus, cocok jadi seme, tapi lu kadang ngang-ngong, bego dan soft juga ke gue, cocok jadi uke," "Lu udah gue jual ke kolektor batu akik, biar kening lu mengkilap," "Setan aja gencer banget ngegoda gue, masa lu diem-diem bae?" "Mau jadi pacar gue?" "Nggak dulu, lu mirip tokek polkadot yang nempel di tembok kantin,"
BUKAN CINTA BIASA |BL| (COMPLETED) by edennforyou
edennforyou
  • WpView
    Reads 417,298
  • WpVote
    Votes 11,778
  • WpPart
    Parts 52
WARNING BXB 🔞 "Sakit ke?" "Hah?" Adam tercengang. Tak faham apa yang dimaksudkan oleh pengawas itu. "Tu kaki kau, sakit ke?" Balasnya sambil menjuihkan bibir ke arah bukulali budak berkaca mata dihadapannya ini. Adam terus memandang bukulali. "Ouch!" Kini baru terasa sakitnya. "Sini aku tengok." Kata pengawas itu sambil tangannya sudah menyelak stokin Adam dengan pantas. Tak sempat Adam untuk menghalang. "Alah tak payahlah saya ok je." Kata Adam sambil cuba untuk memegang tangan pengawas yang berurat hijau itu. Jelas terasa kedinginan pada tangan pengawas di hadapannya ini. Mesti dia sudah lama berada di luar. "Ish degil! Biarlah aku tengok." Marah pengawas itu sambil mendecitkan bibirnya. Adam terdiam takut, setelah dibalas dingin. Matanya terpandang pula pada tanda nama yang terletak elok pada poket baju pengawas itu. "Zul.. Ilham?" Kata Adam perlahan. "A'ah. Nama aku Zul Ilham. Panggil Ilham je." Balasnya senada.