Horor
4 stories
The Villa by aleflutter
aleflutter
  • WpView
    Reads 1,831,225
  • WpVote
    Votes 109,299
  • WpPart
    Parts 43
Momen liburan yang sangat menyenangkan berubah jadi malapetaka ketika mereka harus menginap di sebuah villa misterius. Awalnya mereka biasa saja saat tinggal disana, sampai suatu saat dimana mereka nekat masuk ke dalam ruangan yang selalu terkunci dan tertutup rapat. Sejak kejadian itu perlahan mereka mulai merasa ada yang tidak beres dengan Villa tersebut. Mereka jadi sering mengalami kejadian-kejadian janggal di dalam Villa sampai hilangnya satu-persatu dari mereka. Akankah mereka mendapat jalan keluarnya, atau justru mereka akan terjebak didalamnya? ________________ [book i] ©2018, aleflutter
MAMERAH by PrythaLize
PrythaLize
  • WpView
    Reads 52,525
  • WpVote
    Votes 6,641
  • WpPart
    Parts 6
[15+] Aku tidak percaya hantu, tapi aku yakin kalau boneka yang ada di kamar antik itu berhantu. Papa membawanya pulang karena hobinya mengumpulkan barang antik. Kebetulan, boneka porselen berpayung hitam itu memang terlihat antik dan hidup. Hal lain yang membuatnya mencolok adalah lensa merah yang seolah bisa melihatku lekat-lekat. Alice--adikku--menyukainya, tetapi aku tidak. Teror dan mimpi buruk pun mulai menghampiriku setiap hujan datang. Aku yang terus menghadapinya seorang diri mulai muak. Terlebih saat tidak ada seorang pun yang mempercayaiku. Bersama dengan Ksatria yang berasal dari keluarga yang berpengalaman dengan hal gaib, aku mencoba mencari tahu mengenai boneka itu dan mencari cara untuk menghentikan semua ini. Aku mungkin memang tidak bisa menghentikan hujan, tapi aku pasti akan menghentikan teror ini! *** MAMERAH ©2019, Cindyana H Participate in Marathon Writing Month by @NPC2301. A collaboration with @Andhyrama. Cover by @Andhyrama
Dedarah 「END」 by andhyrama
andhyrama
  • WpView
    Reads 446,360
  • WpVote
    Votes 55,473
  • WpPart
    Parts 38
[15+] Aku dikutuk. Aku hanyalah seorang gadis penderita asma yang ingin menjalani hari-hari dengan tenang bersama ibu dan adik laki-lakiku. Aku tidak mau punya masalah dengan orang lain, aku cenderung menghindari mereka. Namun, saat aku bangun pagi itu. Semuanya berubah. Seseorang sudah mencari gara-gara padaku. Siapa orang yang sudah memberikan kutukan ini? Bagaimana bisa aku harus berurusan dengan makhluk mengerikan yang bisa mencekikku dengan rambut panjang tak terukur dan bisa mencabik-cabikku dengan kuku-kuku setajam gunting itu? Siapa pun dia, aku tidak akan memaafkannya. Dibantu Darma, pemuda bodoh si maniak kasus-kasus misterius, aku menyusuri bagaimana kutukan ini bisa sampai kepadaku. Aku dibuat tak percaya. Aku harus memindahkan kutukan ini pada orang lain dengan ritual yang aku sendiri tidak tahu bagaimana caranya. Kutukan ini membuatku kehilangan hal paling berharga dalam hidupku. Aku frustrasi, aku ingin mati saja. Di titik terendah dalam hidupku, aku menemukan cara lain. Sayangnya, aku harus siap berkorban nyawa. Itu jauh lebih baik daripada hidup berlumuran darah sembari menunggu ajal tiba.