reanaclayfton
- Reads 22,820
- Votes 3,459
- Parts 67
"Renée, kenapa setiap kamu bersamaku, kamu selalu meneteskan air mata?" - Peter Andrew Tendean
Rena Clarista tak pernah menyangka hidupnya berubah hanya dalam semalam. Saat membuka mata, ia bukan lagi pekerja kantoran biasa di abad ke-21, melainkan Renée Wening-seorang gadis keturunan Jawa-Perancis yang hidup di Jakarta tahun 1965.
Nama Renée nyaris tak pernah tercatat dalam sejarah. Tidak ada yang benar-benar mengenalnya, selain satu fakta kecil yang terkubur di antara arsip lama: ia pernah menjadi kekasih seorang perwira muda bernama Peter Tendean.
Awalnya, Rena hanya ingin mencari cara untuk kembali ke dunianya. Namun semakin lama ia menjalani hidup sebagai Renée, semakin ia terseret dalam kisah yang seharusnya tidak ia miliki. Di balik senyum tenang dan tatapan hangat Peter, Rena mengetahui satu hal yang tidak diketahui lelaki itu-masa depan.
Di tengah sejarah yang bergerak menuju tragedi, Rena dihadapkan pada pilihan yang mustahil: tetap menjadi penonton... atau mencoba mengubah takdir seorang lelaki yang sejak awal ditakdirkan terluka.
Peter Tendean terlalu hangat untuk dijadikan kenangan. Terlalu hidup untuk sekadar dikenang dalam buku sejarah. Dan jika seseorang mengetahui masa depan, apakah ia mampu mengubahnya?
Atau beberapa cinta memang ditakdirkan terluka sejak awal?
| Historical Fiction: Pierre Tendean Fanfiction |
• Cerita ini dibuat untuk mengenang jasa para Pahlawan Revolusi yang gugur pada tanggal 1 Oktober 1965 oleh kekejaman kudeta G30S/PKI.
• Cerita ini hanya fiktif belaka. Jika ada kesamaan nama tokoh, tempat kejadian ataupun alur cerita, itu adalah kebetulan semata dan tidak ada unsur kesengajaan.
In Memoriam,
Kapten CZI (Anumerta) Pierre Andries Tendean
21 February 1939 - 1 October 1965
"𝐊𝐞𝐥𝐮𝐚𝐫𝐠𝐚 𝐬𝐚𝐲𝐚 𝐬𝐮𝐝𝐚𝐡 𝐝𝐚𝐩𝐚𝐭 𝐛𝐚𝐧𝐲𝐚𝐤 𝐝𝐚𝐫𝐢 𝐧𝐞𝐠𝐚𝐫𝐚, 𝐬𝐞𝐤𝐚𝐫𝐚𝐧𝐠 𝐬𝐚𝐚𝐭𝐧𝐲𝐚 𝐬𝐚𝐲𝐚