ngannhi15
- Reads 8,082
- Votes 1,784
- Parts 32
Bagi Christy Abigail Sterling, mengabaikan dinginnya sikap sang ibu adalah makanan sehari-hari. Tak peduli seberapa sering pesan semangatnya diabaikan, atau seberapa sering teh hangat buatannya dibiarkan mendingin di atas meja marmer mewah, Christy tetap setia menyambut Shani Victoria Sterling pulang kerja. Christy mengira, kehangatan tulusnya bisa mencairkan hati sang ibu yang membeku sejak kematian tragis ayahnya.
Namun, Christy keliru. Rasa lelah akhirnya menang, dan hatinya memilih untuk mati rasa.
Ketika Christy memutuskan untuk menyerah, mengunci pintu kamar, dan berhenti peduli, dunia Shani mendadak runtuh. Di tengah rumah megah yang kini terasa gelap, sepi, dan sedingin es, shani baru tersadar betapa mengerikannya kehilangan satu-satunya kehangatan yang selama ini ia sia-siakan.
Saat Christy berhenti mengejar, mampukah Shani menjemputnya kembali?