Ditinggal Pelangi
4 stories
SENATHA by ezifari
ezifari
  • WpView
    Reads 965
  • WpVote
    Votes 101
  • WpPart
    Parts 19
Kehilangan Diah adalah hal yang paling tidak bisa diterima oleh logika Kian. Perasaan yang terlalu dalam membawa setiap kenangan ke dalam kenyataan sebagai halusinasi yang terlalu hidup. Kian terjebak di antara batas kenyataan semua dan memori yang nyata. Masalahnya, dia menyeret Kassa, mahasiswi dengan luka yang sama, ke dalam halusinasi yang perlahan menggerogoti logika mereka berdua. Apakah Kian akan terus menikmati hidupnya yang tidak nyata? Dan apakah Kassa akan membiarkan dirinya terlibat semakin jauh dalam halusinasi itu?
Trigonomarry (Selesai) by ezifari
ezifari
  • WpView
    Reads 15,683
  • WpVote
    Votes 2,449
  • WpPart
    Parts 58
Kian tahu, ia hidup dengan selalu terjebak dalam segitiga. Setiap perasaan membentuk sudut, dan setiap konflik menjadi sisi yang tak bisa ia abaikan. Dalam hidupnya, tak pernah ada hubungan yang membentuk garis lurus. Selalu ada variabel tak dikenal, fungsi tersembunyi, atau masa lalu yang menjelma sebagai sudut ketiga, mengubah semua yang ia harap bisa sederhana. Sebagai seorang guru matematika, ia tahu: trigonometri diciptakan untuk memahami sudut, menghitung jarak, dan menemukan solusi. Tapi bisakah rumus-rumus itu menyelamatkan hubungan yang realitanya jauh lebih kompleks dari sekadar sin(θ) atau cos(α)?
Menikahi Rahasia | Marrying Your Secrets by ezifari
ezifari
  • WpView
    Reads 336,126
  • WpVote
    Votes 6,729
  • WpPart
    Parts 48
[Sudah Terbit] Dari dulu aku mengagumi Awan, tapi tidak setelah kami menikah. Awan tidak sesempurna yang selama 12 tahun kukenal dari jauh. Awan sekarang tidak lebih dari seseorang yang dingin, angkuh, acuh, dan tidak berperasaan. Sepertinya perpisahan adalah yang terbaik untuk kita, Awan! -Mawar Azhara Gue nikahin Mawar karena sempat percaya dia bisa jadi obat untuk penantian gue akan seseorang yang sudah lama hilang. Dan sebagai balasannya, dia malah menghadirkan sakit dengan semua rahasianya. Selamat menunggu hari perpisahan kita, Mawar! -Awan Mahendra