nyissss
- Reads 14,914
- Votes 514
- Parts 95
Desa Liushan kedatangan seorang Ge'er dari kota.
Pemuda itu rupawan luar biasa, sepasang mata persiknya berbinar penuh pesona, bahkan jari-jemarinya sehalus giok putih. Namun, ia begitu melarat hingga hanya bisa menempati rumah tua keluarga Zhong yang sudah reyot, itu pun harus merawat ibunya yang sedang sakit.
Orang-orang desa bergosip bahwa pemuda itu diusir dari keluarga Zhong karena melakukan kesalahan. Tak ada yang sudi menyapanya, dan para pemuda desa yang seusia dia pun diperingatkan keras oleh keluarga mereka agar tidak tergoda rayuannya.
Pertama kali Pei Mu bertemu Zhong Yizhu, pemuda itu sedang mencuci pakaian di tepi sungai.
Ia menuangkan buah lerak seolah-olah itu gratis, tapi bahkan tidak tahu cara membilas pakaiannya hingga bersih, tingkahnya persis seperti orang bodoh.
Kedua kali bertemu Zhong Yizhu, pemuda itu sedang memungut kayu bakar di gunung.
Tangan putihnya yang menyilaukan kini penuh goresan dan luka. Melihat buah liar di keranjang Pei Mu, matanya berbinar, lalu tersenyum dan bertanya apakah ia bisa menukar kayu bakarnya dengan dua buah.
Pei Mu menatap kayu bakar yang setengah kering di dalam bakul pemuda itu, lalu dengan wajah dingin melemparkan dua buah liar kepadanya, berbalik, dan melangkah turun dari gunung dengan langkah lebar.
Ketiga kali bertemu Zhong Yizhu, sosok pemuda yang ringkih itu menghalangi jalan di depan rumahnya, bibirnya dikatupkan rapat dengan bekas darah di sudutnya.
Suaranya bergetar, namun nadanya luar biasa tenang.
"Pei Mu, bisakah kau menikahiku?"
·
Ge'er dari kota prefektur itu menikah dengan Pei Mu, sang dewa maut desa, membuat seluruh penduduk desa ternganga tak percaya.
Di tepi sungai kecil di ujung desa, para wanita dan Ge'er berkumpul sambil mencuci pakaian, mengobrolkan urusan tetangga kiri kanan. Terutama keluarga Pei di ujung timur yang baru saja menggelar pesta pernikahan, setiap kali disebut, tak pernah ada habisnya untuk dibicarakan.
Penduduk Desa Liushan tahu betul, Pei Mu adalah bintang sial yang telah