on going list favo🤍
4 stories
Aksara Lingga by Adelia1508
Adelia1508
  • WpView
    Reads 13,562,187
  • WpVote
    Votes 757,189
  • WpPart
    Parts 50
Lingga itu berandalan, liar dan serampangan, sumber kepusingan bagi Aruna, karena jabatan ketua seksi ketertiban-kerap membuatnya berseteru dengan si pembuat onar. 'Cowok tanpa masa depan' Begitu Runa melabeli Lingga saat mereka masih remaja. Sampai realita menamparnya 7 tahun kemudian. Ketika Lingga tampil sebagai arsitek muda dengan karir gemilang, sedang Aruna hanya seorang tutor les bagi adiknya. Dibayar oleh pria yang pernah Ia pandang sebelah mata sudah cukup menenggelamkan Runa dalam Ironi tak terelakan. Namun segalanya kian gamang saat Lingga tiba-tiba memaksanya berperan menjadi pacar pura-pura.
PIJAR by Octoimmee
Octoimmee
  • WpView
    Reads 145,018
  • WpVote
    Votes 18,495
  • WpPart
    Parts 117
kehidupannya bagai labirin. Ia bisa berada didalamnya , bahkan akan selalu berada didalam nya, tak bisa keluar, tersesat, berulang dijalan yang sama tanpa bisa dihindari ,tak peduli itu menyakitkan. lalu yang ia lakukan hanya menjalani , tanpa perlu merasa lagi. Jalani sampai nafas terhenti.. Sabita memerlukan semangat dalam hidupnya yang sepi. Ia laksana Pijar, bersinar dengan nyala merah kekuningan yang menunjukkan betapa besar usahanya untuk tetap menyatakan eksistensi nya dalam dunia yang tidak mengakuinya. ini kisah Sabita, yang mengajarkan hidup adalah pilihan, tetap melangkah walau sejuta duri menanti, atau berhenti dan menyerah .
Give Me Your Sandwich! [OPEN PO 1] by deevazaa
deevazaa
  • WpView
    Reads 3,758,610
  • WpVote
    Votes 220,818
  • WpPart
    Parts 37
🏅SPOTLIGHT ROMANCE OF JANUARY 2025 by @RomansaIndonesia. kindly follow dulu sebelum baca😉 Arsita Giyanti, sudah biasa menjalani kehidupannya sebagai budak korporat selama kurang lebih 4 tahun sebagai staff divisi desain. Gajinya kadang dua digit selalu tak terasa masuk ke rekeningnya tiap bulan, seolah hanya numpang lewat saja. Chat pribadi dari adik-adiknya di kampung halaman menjadi makananan Arsita sehari-hari, katanya mereka membutuhkan uang untuk keperluan ini-itu. Tentu sebagai anak pertama dari enam bersaudara, ia bertanggung jawab terhadap kelima hidup adik-adiknya. Di umurnya yang kini nyaris menginjak kepala tiga, menikah tak pernah menjadi daftar prioritasnya. Ketika ia menatap kedua orang tuanya dan adik-adiknya, pernikahan pun tak sanggup Arsita bayangkan dalam benak. Lagipula, pria gila mana yang mau berpacaran atau bahkan menikah dengan seorang sandwich gen? Berdasarkan survey yang pernah ia temukan, 8 dari 10 pria tak ingin calon pasangannya adalah seorang sandwich gen. Yah, hal tersebut tak membuat Arsita berkecil hati. Karena untuk sekarang ia hanya menaruh fokus pada keluarganya. Toh, sedari dulu gambaran pernikahan juga selalu buruk di matanya. Copyright©2024, @deevazaa All Rights Reserved. (telah diunpublish sebagian) RANKS #1 Metropop #5 Chicklit #20 Romance
coward by karina_aolia
karina_aolia
  • WpView
    Reads 906,203
  • WpVote
    Votes 47,683
  • WpPart
    Parts 49
Kembaran Anjani mengatakan, Anjani hanyalah gadis picik yang merebut orang-orang tersayang dari sisinya. Ketiga kakak laki-laki Anjani mengatakan hal serupa. Mereka bilang, Anjani tidak lebih dari gadis pengemis perhatian dalam keluarga. Padahal, mereka tidak pernah tau bagaimana Anjani menghabiskan hari-harinya penuh rasa sakit. Papa dan Mama yang disangka selalu berada di pihak Anjani tidak pernah benar-benar menyayanginya. Papa dan Mama hanya ingin satu hal, keduanya ingin Anjani memiliki nilai sempurna. Lantas, apa jadinya jika Anjani jatuh hati pada Jenggala, laki-laki yang berstatus sebagai sahabat dari kembarannya? Bagaimana jadinya jika laki-laki yang ia sayang, laki-laki yang diharapkan mengerti dirinya, selalu berlari untuk membela sang kembaran terlebih dahulu dibanding dirinya? "Lo tau Jan, gue mau jadi pacar lo cuma demi Aruna. Gue harap lo sadar posisi dan ngerti kalau gue nggak akan pernah beneran sayang sama lo." ••• "Gue nggak pernah minta hidup kayak gini. Gue cuma mau tidur, gue capek belajar. Gue capek nanggung beban ekspektasi Mama sama Papa, Kak."