Nct Dream
5 stories
Dear Jisung || NCT dream [END] by bshskosufhf
bshskosufhf
  • WpView
    Reads 7,897,517
  • WpVote
    Votes 673,560
  • WpPart
    Parts 53
Jisung tak pernah mengerti jalan pikiran sang ayah dan kedua kakak kembarnya. Terutama sang ayah yang selalu menyudutkan dirinya atas semua kesalahan kakak kakaknya. Jeno, yang selalu membuatnya mendapat masalah. Dan Jaemin, yang selalu memarahinya. Muak? Tentu saja Jisung muak. Dia benar benar muak dengan keluarga, dan hidupnya. Dia selalu bertanya tanya. "Apakah aku benar benar bagian dari keluarga mereka?" "Atau, haruskah aku bunuh diri saja?"
[✔] 1. DEAR J by tx421cph
tx421cph
  • WpView
    Reads 49,669,748
  • WpVote
    Votes 4,166,959
  • WpPart
    Parts 38
[Telah Dibukukan, Tidak tersedia di Gramedia] ❝Untukmu, Na Jaemin. Laki-laki tak sempurna Sang pengagum hujan dan sajak❞ ©tx421cph
KKN | NCT Dream ft. girls by matchase
matchase
  • WpView
    Reads 265,027
  • WpVote
    Votes 22,082
  • WpPart
    Parts 54
"Ini kita KKN atau ngebolang sih? Hutan mulu yang diliat!" -Chandra "Ya...namanya juga kuliah, kerja, ngebolang" -Aeri end : 31 Juli 2023 (sedang dalam proses revisi) story by matchase sampul by matchase
Rain || NCT dream [PRE ORDER!!!] by bshskosufhf
bshskosufhf
  • WpView
    Reads 2,330,637
  • WpVote
    Votes 269,060
  • WpPart
    Parts 53
[SEQUEL Dear Jisung] Musuh tetaplah musuh, meski dia adalah saudara kembarmu sendiri. Prinsip hidup itu yang dipegang pengusaha sukses bernama Lee Jaemin. Lelaki yang penuh dendam pada saudara kembarnya sendiri. Karena saudara kembarnya itu adalah orang bodoh yang menyerah dengan keadaan, setelah ditinggal pergi oleh adik bungsu mereka. Dan dengan mudahnya, Jeno kembali ke kehidupan Jaemin setelah kabur begitu saja meninggalkan Jaemin sendiri bertahun tahun lamanya. "Jika kau kembali, aku akan mati. Mudah, bukan?" WARNING⚠ BUKAN BXB‼️
1. Raga || NCT dream [END] by bshskosufhf
bshskosufhf
  • WpView
    Reads 580,339
  • WpVote
    Votes 71,990
  • WpPart
    Parts 56
The 1st part of RAGA UNIVERSE "Abang..." "Ya?" "Pernah gak sih, lo nangisin diri lo sendiri karena lo sadar kalau lo gak bisa apa apa?" "Kenapa nanya begitu?" "Karena aku gak tega ngelihat abang kayak gini demi kita." Di sore yang temaram itu, dengan matahari yang mulai terbenam dan langit yang mulai semakin gelap, sesosok lelaki dengan surai hitamnya itu tersenyum sendu menatap adiknya. "Dek." "Ya, bang?" "Jangan terlalu cepat gede, ya?" "Loh, kenapa? Harusnya bagus, dong." "Kalau kamu terlalu cepat dewasa kayak gini, abang jadi merasa gagal karena gak bisa jadi pengganti orangtua yang baik buat kamu."