Grsn_pena
Ada luka yang sembuh oleh waktu. Ada rindu yang perlahan menjadi kenangan. Namun, ada pula ikatan yang tidak pernah berubah, sejauh apa pun langkah membawa seseorang pergi.
Dulu, mereka hanya empat anak perempuan yang kehilangan kedua orang tua terlalu cepat. Kehidupan memaksa mereka tumbuh sebelum waktunya. Air mata menjadi teman, tanggung jawab menjadi keseharian, dan kata keluarga berubah menjadi alasan untuk tetap berdiri. Perjalanan mereka tidak pernah mudah.
Mereka melewati kehilangan, perpisahan, pengorbanan, kecelakaan yang hampir merenggut harapan, hingga jarak ribuan kilometer yang berkali-kali menguji hati mereka. Mereka pernah saling marah, saling diam, bahkan merasa tidak lagi mampu berjalan bersama. Namun pada akhirnya, mereka selalu menemukan jalan pulang. Karena mereka percaya pada satu hal, Saudara tidak pernah benar-benar pergi.
Kini waktu telah berjalan. Masing-masing telah mengejar impiannya. Mereka telah dewasa. Tetapi, di rumah itu mereka tetaplah empat saudara yang saling berebut pelukan, saling mengganggu, saling membela, dan saling pulang. Hanya saja, kali ini kehidupan menghadirkan babak baru. Bukan lagi sekadar tentang empat saudara yang mempertahankan keluarganya. Melainkan tentang empat hati yang perlahan membuka pintu bagi seseorang yang datang membawa cinta.
Namun, memasuki keluarga Adijaya bukan hanya soal mencintai satu orang. Itu berarti menerima seluruh keluarganya, tidak ada seorang pun yang benar-benar berjuang sendirian.
Karena siapa pun yang mencintai salah satu dari mereka, harus siap dicintai, diuji, dan diterima oleh tiga saudara lainnya.
Ini bukan kisah tentang memilih antara cinta atau keluarga.
Karena bagi mereka, cinta yang sejati tidak pernah meminta seseorang meninggalkan keluarganya.
Selamat datang kembali, di rumah yang sama.
Di keluarga yang tidak sempurna, tetapi selalu memilih untuk saling menjaga.
Sebab selama mereka masih saling menggenggam tangan...
Akan selalu ada satu tempat untuk pulang.