dwinsza
"Menurut kalian, nilai itu apa?
"Sebuah kata kah?"
"Rangkaian huruf kah?"
"Atau suatu hal yang menuntutmu untuk selalu menurut?"
Bagi Raka Bayusetra, nilai adalah keseharusan yang telah diatur oleh sosial. Terbiasa menelan asa membuat Raka tumbuh menjadi manusia yang lupa bagaimana cara merasa. Baginya, emosi hanyalah gangguan yang tidak berarti.
Semuanya berjalan seperti itu. Membosankan seperti biasa. Sampai akhirnya, asumsi itu terpatahkan oleh warna warna yang menyusup ke dalam hidupnya. Kehadiran Maya Kirana membuatnya perlahan mengenal rasa kembali. Berjumpa dengan remaja pelupa pembawa surat membuatnya tergerak kembali. Kehadiran mereka perlahan menenun kembali serpihan warna emosi Raka yang sempat hilang.
Namun, asa yang telah tertelan sulit kembali. Menemukan lagi asa berarti merangkai lagi cerita-cerita lama yang telah usang. Bersama Maya dan remaja pelupa, Raka perlahan menata satu demi satu kepingan kisah antartiga generasi.
Sanggupkah mereka mengurai benang merah takdir yang menjerat ini, ataukah peduli itu memang sejak awal tidak pernah ada?
⚠️ TRIGGER WARNING ⚠️
Mental health, suicide, depresi, trauma, death, self harm, panic attack, dan mental issue.
Perhatikan warning-nya ya sebelum lanjut baca 🤍