RivecaJameelah
Katanya hidup santri itu penuh aturan. Tapi tidak ada yang bilang kalau hidup di pesantren juga bisa se-chaos ini.
Bagi seorang gadis yang baru lulus SD, masuk pesantren terdengar seperti hukuman: banyak aturan, jadwal padat, dan hidup jauh dari rumah. Tapi demi memenuhi keinginan orang tuanya, ia akhirnya masuk ke sebuah sekolah Islam terpadu dengan sistem boarding. Artinya: hidup di asrama bersama puluhan santri lain yang sama-sama berisik, aneh, dan penuh cerita.
Di sana, ia menemukan semuanya:
persahabatan yang tidak terduga, kejadian konyol setiap hari, makanan pesantren yang legendaris (dengan rasa yang... bisa diperdebatkan), dan berbagai drama kecil khas remaja.
Namun yang paling mengejutkan, pesantren ternyata bukan hanya tempat belajar agama.
Tempat itu juga mengajarkannya tentang tumbuh, mengenal diri sendiri, dan menikmati masa muda dengan cara yang tak pernah ia bayangkan.
Oh, dan satu hal lagi.
Ternyata ia bukan satu-satunya yang suka tinggal di asrama.
Para nyamuk dan kutu juga sangat menikmati keberadaannya.