ropikoturrahmah's Reading List
5 stories
Canvas Tanpa Warna [END] by SunnyPhile5
SunnyPhile5
  • WpView
    Reads 7,126
  • WpVote
    Votes 450
  • WpPart
    Parts 21
Sederhana, dia kehilangan warnanya dan aku kehilangan kisahku. (piinterest cover by: _blue_)
my brother my husband [On Going] by lalailalaila011
lalailalaila011
  • WpView
    Reads 1,146
  • WpVote
    Votes 49
  • WpPart
    Parts 6
"ba--ng" panggil seseorang dari arah pintu kamar membuat interaksi GIBRAN DIRGANTARA teralihkan dari hp nya dia Adiknya AZZURA DIANDRA PUTRI "hmm?"Saut gibran "Zur--ra ha--mil ba--ng" ucap zura gemetaran dia tau apa yang bakal terjadi. PLAKK panas itu yang dia rasain tapi tidak seberapa dengan ucapan selanjutnya yang dia dengar. "Gugurin!!"bentak sang kakak begitu keras di depan wajahnya "Ga bang ga bisa bayi ini ga bersalah" derai air mata tak di hiraukan oleh gibran dia pun menyeret sang adik keluar kamar. "Gua ga mau tau" BRUK ** CERITA INI HASIL PEMIKIRAN SENDIRI KALO MAU BACA JANGAN LUPA VOTE AND COMMENTS ^^
Edelweiss by hesperosky
hesperosky
  • WpView
    Reads 145,537
  • WpVote
    Votes 7,014
  • WpPart
    Parts 30
"Hai. Kau suka dengan potret yang ini kah?" Tiba - tiba seorang pria berparas tampan, dan tinggi telah berada disamping Dea. "Eh. Hai, iya sangat suka. Bunga yang ada di dalam foto ini memiliki makna tersendiri bagiku." Jawab Dea sedikit gugup. "Memang, apa makna dari bunga yang terdapat pada foto tersebut bagimu?" Tanyanya. ---- Pertemuan yang tidak direncanakan itu menjadi pertemuan seorang Dea dengan cinta pertamanya yang tidak akan dilupakan kapanpun olehnya. ©Copyright by zee (Maret, 2015)
SANG GADIS BIOLA 🎻 by dreamlandbia
dreamlandbia
  • WpView
    Reads 1,188
  • WpVote
    Votes 192
  • WpPart
    Parts 27
Angin malam berhembus lumayan kencang, rambut panjang yang di biarkan tergerai mengikuti kemana angin itu berlalu. Memandangi sendu sang bulan yang sedang menerangi dunia. Di gesek nya bow pada biola, membuat alunan merdu dan menyesakkan hati. Kenangan menyakitkan terus terputar di kepalanya, rasa sesal semakin dalam bercampur sedih yang menyeruak. Menikmati musik yang di bawakan malam ini sambil berdiri di atap gedung. Semilir angin malam, membuat suasana semakin menyedihkan. Apa dia selemah ini? Isakan tangis yang sudah lama terbendung. Tak bisa lagi di tahan. Ia mengeluarkan semua rasa sesak di dada. "Kamu yang memberanikan diriku untuk melawan trauma ku. Tapi kenapa harus kamu yang membuat trauma ku kembali" - Khania Revalina Andersn. Tanpa gadis itu sadari, ada lelaki tampan yang memperhatikan dengan tatapan sendu. Sosok itu berdiri bersama gelapnya malam.