isabel007_
Di depan halte bus itu tempat pertama mereka saling mengenal seorang laki-laki berdiri membawa buket bunga matahari di tangannya.
Ia tersenyum tipis, melangkah pelan ke arah Belva, lalu menyerahkan buket itu.
"Jangan sampai layu, Va" ucapnya lembut.
Belva menerima bunga itu, senyum tipisnya muncul, hangat tapi sebentar.
"Semoga kamu bahagia... sama orang yang benar-benar buatmu bahagia, Vi" balasnya demga nada tenang.
Mereka saling menatap, mata mereka seolah berkata bahwa itu perpisahan di antara mereka.