kalalays
Dia menyulam kata menjadi puisi.
Dia melukis sunyi jadi warna.
Seni menyatukan mereka yang berbeda.
Eisa Dahayu Maheswari, gadis asal Semarang yang jatuh cinta pada tulisan sunyi, dan seni sastra. Ia percaya bahwa kata adalah bentuk doa paling jujur. Baginya cinta bukan sekadar perasaan tapi bentuk kedalaman.
Kaivan D'artagnan, pelukis asal Prancis yang menumpahkan pikirannya lewat warna, dan menenangkan jiwanya lewat irama. Hidupnya dikelilingi kanvas, lagu-lagu klasik, dan pertanyaan-pertanyaan besar tentang hidup. Ia menemukan Eisa bukan hanya sebagai seniman, tapi sebagai puisi itu sendiri.
Mereka bertemu di forum seni. Saling membalas karya, saling menyentuh lewat suara-suara tak terdengar.
Tapi mereka berbeda. Negara. Budaya. Agama.
Dan di tengah perbedaan itu, mereka mencoba tetap mendengar satu sama lain, lewat puisi, lukisan, dan lagu-lagu yang tidak pernah memihak siapa pun.
Namun, akankah dua hati yang ditarik oleh dunia masing-masing tetap bisa berjalan bersama?
Atau cinta hanya sebatas karya yang indah tapi tak bisa dimiliki?