nursiti_
- Reads 5,304
- Votes 528
- Parts 13
"Jika waktu bisa diputar kembali, aku tidak akan membiarkanmu kedinginan di balik pintu itu. Aku tidak akan membiarkan jantungmu berhenti karena kebencianku."
Arlan Kurniawan memiliki segalanya, kecuali hati nurani. Selama tujuh belas tahun, ia menyiksa putri kandungnya sendiri, Aira, karena kebencian buta atas kematian istrinya. Ia membiarkan Aira hidup dalam ketakutan, sakit-sakitan, hingga gadis kecil itu menghembuskan napas terakhir tepat di usia tujuh belas tahun-dalam kesunyian gudang yang dingin.
Namun, tuhan memberikan hukuman yang lebih kejam daripada kematian: kesempatan kedua.
Arlan terbangun di masa lalu, tepat di hari saat Aira masih berusia tujuh tahun. Ia kembali ke masa di mana jantung Aira mulai rapuh, di mana tatapan putrinya masih penuh ketakutan setiap kali melihat bayangannya.
Kini, Arlan berpacu dengan waktu. Ia harus menghapus trauma yang ia ciptakan sendiri, menyembuhkan jantung yang ia hancurkan, dan memastikan Aira melampaui usia tujuh belas tahun-meski ia harus menukar setiap sisa detak jantungnya sendiri sebagai tebusannya.
Ini bukan sekedar cerita tentang perjalanan waktu. Ini adalah tentang seorang pria yang harus menjadi pahlawan bagi anak yang pernah ia hancurkan, dan tentang anak yang belajar memaafkan monster yang kini memanggilnya dengan penuh cinta.
"Ayah tidak akan pergi lagi, Aira. Kali ini, biarkan ayah yang hancur, asal kau tetap bernapas."
***
❗❗Setiap paragraf dalam cerita ini dilindungi oleh hak cipta dan dedikasi penuh. Tindakan plagiarisme-dalam bentuk apa pun-akan diproses secara serius. Jadilah penulis yang memiliki martabat, bukan penjiplak yang kehilangan identitas.