fav family
12 stories
Being a Good Papa [ End ] by ManusiaKecehBadai11
ManusiaKecehBadai11
  • WpView
    Reads 108,063
  • WpVote
    Votes 10,751
  • WpPart
    Parts 23
Apa penyesalan dalam hidup yang pernah kalian alami? Kalau Arthan ditanya seperti itu, maka dia akan menjawab ; Menjadi pria yang tidak berguna, sekaligus ayah yang gagal. Setidaknya Arthan ingin sekali dalam hidupnya, dia melakukan hal-hal yang membuat keluarganya bahagia. Namun, hidup yang hanya sekali itu, dia habiskan untuk hal-hal yang sesat. Berjudi, mengabaikan anaknya setelah ditinggal mati oleh istri, dan terlilit hutang hingga rentenir terus berdatangan. Lantas, pada malam dia dikejar oleh rentenir dan anaknya, Alberix, disandera oleh rentenir, Arthan tertabrak truk dan tubuhnya terhempas begitu saja di aspal, hingga aspal itu digenangi oleh darahnya yang menyebar kemana-mana. Malam dimana penyesalan terus berdatangan. Lalu, dengan begitu saja, Arthan menutup mata dengan perasaan bersalah yang menumpuk di dalam dada. Hingga ketika ia membuka mata, bukan alam Barzah lah yang ia lihat, tetapi wajah anaknya yang datar saat sedang melakukan sarapan bersama. Arthan spontan menyeletuk, "Alberuk?" Alberix langsung bombastic side eyes. "Alberix, pa. Not Alberuk, apalagi beruk."
Jevano William by devintasantoso
devintasantoso
  • WpView
    Reads 2,477,001
  • WpVote
    Votes 148,637
  • WpPart
    Parts 60
Ini tentang Jevano William. anak dari seorang wanita karier cantik bernama Tiffany William yang bekerja sebagai sekretaris pribadi Jeffrey Alexander robinson. Dan tanpa Jeno duga ternyata sang Bunda dengan atassannya memiliki hubungan selain pekerjaan yaitu percintaan. Jeno yang menantang keras sang Bunda agar tidak menikah dengan Jeffrey dengan dikarenkan ia takut memiliki Papah baru apa lagi Jeffrey dan kedua anaknya ini yaitu, Jevandra dan Jeandra memiliki sifat yang sama kepada dirinya Yaitu, Protektif. Diri nya yang dulu merasakan kebebasan kini malah merasakan terkurung di dalam sangkar. Start : 23-08-21 End : -
Ayaskara | Hiatus by FiFi_tiz
FiFi_tiz
  • WpView
    Reads 108,369
  • WpVote
    Votes 9,856
  • WpPart
    Parts 17
Ayaskara anak sebatang kara yang tiba-tiba meninggal lalu mengulang waktu. Dia berharap, dia bisa merubah kehidupannya menjadi lebih baik.
imut itu petaka by harlanumb
harlanumb
  • WpView
    Reads 31,007
  • WpVote
    Votes 2,983
  • WpPart
    Parts 11
bercerita tentang Arvin, bocah menggemaskan yang hobi mengoceh, meski dengan lidah cadelnya yang tidak bisa menyebut huruf R. Hidupnya semula tenang... sampai takdir membawanya masuk ke dalam sangkar emas keluarga Arzafah. Bagi Axel Arzafah beserta putra sulungnya, Arvin adalah permata yang tidak boleh disentuh siapa pun-bahkan oleh dunia luar. Kebebasan Arvin direnggut, digantikan dengan posesif berlebihan yang menyesakkan. Tak ada celah untuk lari, karena setiap langkah Arvin berada di bawah pengawasan Arzafah. "Ucapkan selamat tinggal untuk kebebasanmu itu, Baby." "Berani kabur dari mansion, maka nantikan hukumanmu."
Kang Parkir Naik Kasta by AncientDawnKnight
AncientDawnKnight
  • WpView
    Reads 826,277
  • WpVote
    Votes 63,717
  • WpPart
    Parts 78
Cakra adalah tukang parkir yang bangga dengan "bisnis" recehnya setelah putus sekolah saat kelas 10 SMK. Baginya, "Cakra Parking International" adalah segalanya. Sejak kecil, dia percaya bahwa dia hanyalah "sampah" yang dibuang oleh orang tua yang tidak mampu, lalu diasuh oleh seorang nenek yang hidup pas-pasan. Namun, hidupnya jungkir balik saat seorang pria kaya misterius tiba-tiba muncul dan mengaku sebagai ayahnya. Cakra yang skeptis terpaksa ikut ke dunia mewah sang ayah dan "dibuang" kembali ke sekolah-bukan sekolah biasa, tapi SMA elit yang isinya anak-anak konglomerat.
Biwara [END] by Hizsoxe
Hizsoxe
  • WpView
    Reads 644,681
  • WpVote
    Votes 73,555
  • WpPart
    Parts 42
ini tentang Biwa dan ambisinya untuk bikin papa dipatuk kobra . . . "Keluar." "Kasih duitnya dulu." "Tergantung apa yang mau kamu beli." "Ular kobra. Biar papa di patuk sampe mati." "Biwara!" . . .
+14 more
RETAK: Sisi Lain Galen [END] by VantaSky
VantaSky
  • WpView
    Reads 717,965
  • WpVote
    Votes 64,289
  • WpPart
    Parts 55
!WARNING! Pastikan memeriksa judul bab sebelum baca, karna sering terjadi kesalahan urutan bab. Terimakasih. Keluarga Adicandra nggak kenal kata "lemah". Buat mereka, hidup itu soal angka di bursa saham, reputasi di koran bisnis, dan kesempurnaan fisik. Sayangnya, Galen, anak ketiga dari empat bersaudara, lahir sebagai "produk gagal" di mata mereka. Penampilan cupu, kacamata tebal, dan sifat pendiamnya bikin dia cuma jadi bayangan di rumah mewah itu. Sampai suatu titik, Galen sadar kalau mau jungkir balik kayak gimana pun, dia nggak akan pernah dianggap. Galen milih pergi. Dia buang identitas Adicandra, ganti gaya jadi bad boy yang rebel, dan mulai hidup di jalanan. Tapi saat dia mulai nyaman dengan kebebasannya, keluarga yang dulu mengabaikannya tiba-tiba merasa kehilangan "aset" dan mulai berburu Galen dengan cara yang gila.
Elmio  by Pandan-green
Pandan-green
  • WpView
    Reads 66,472
  • WpVote
    Votes 6,019
  • WpPart
    Parts 19
"Lo polos atau bego? Lo habis dipalak, uang saku lo semua ludes!" "Palak itu apa? Mereka cuma minta uang." "Mioooooo!"
Baby Luna by KalycaRose27
KalycaRose27
  • WpView
    Reads 840,720
  • WpVote
    Votes 40,741
  • WpPart
    Parts 52
FOLLOW DULU SEBELUM BACA 🥰 . Hujan rintik turun pelan malam itu, membasahi jalan yang sunyi dan menyalakan kembali lampu kota dalam pantulan yang kabur. Di antara gemerisik air dan aroma tanah basah, sebuah kardus kecil tergeletak sendirian. Di dalamnya, Luna-gadis mungil berusia tiga tahun dengan pipi merah lembut dan topi kucing favoritnya-mengerjapkan mata, mencoba memahami mengapa dunia tiba-tiba terasa begitu sepi. Ia tidak mengerti alasan orang yang ia panggil Mama menurunkannya, membisikkan kata yang tidak ia pahami, lalu pergi tanpa menoleh. Yang Luna tahu hanyalah dinginnya angin yang menembus baju tipisnya, dan suara hujan yang terdengar seperti tangis pelan di sekelilingnya. Ia memeluk lututnya, menggoyang pelan tubuh mungilnya, lalu memanggil dengan suara cadel yang pecah memohon: "Mbi... Bibi... Unna di cinih... takut" Tidak ada jawaban, hanya gemericik hujan. Luna mengintip dari balik kardus, berharap wajah itu kembali. Yang ia temukan hanyalah lampu-lampu jalan yang kabur, seolah ikut menangisinya. Matanya mulai berkaca, tapi ia terlalu kecil untuk tahu cara menangis dengan benar-yang ia lakukan hanyalah menggigit bibirnya agar suaranya tidak terlalu keras. "Eugh... kenapa... di cinih... Una takut cekali?" bisiknya, nyaris tak terdengar. Dan saat dunia seakan berpaling, langkah lembut seseorang mendekat. Sosok itu berhenti, berlutut, dan membuka tutup kardus perlahan-seperti takut membuat gadis kecil itu semakin ketakutan. Di balik lipatan karton basah, mereka menemukan sepasang mata yang begitu polos, begitu patah, tapi masih menyimpan harapan kecil bahwa dunia tidak sepenuhnya jahat. "Dingin ya, sayang... sini... jangan takut." Untuk pertama kalinya malam itu, Luna mengulurkan tangannya. Ini bukan sekadar kisah tentang anak yang dibuang. Ini adalah kisah tentang seorang gadis kecil yang menemukan belasan kepedihan dalam satu malam-namun juga menemukan keajaiban paling hangat saat seseorang memilih untuk berhenti... dan melihatnya.