Skyzotheknight
- Reads 142
- Votes 25
- Parts 11
Tahun 2040 menjadi titik balik paling kelam dalam sejarah umat manusia. Dunia yang dulu dipenuhi kemajuan teknologi dan harapan akan masa depan yang lebih baik, tiba-tiba berubah menjadi medan ketakutan dan kekacauan. Sebuah wabah misterius yang awalnya diyakini sebagai virus saraf ringan mulai menyebar tanpa kendali. Dalam hitungan minggu, penyakit itu menunjukkan gejala yang tak pernah diduga para ilmuwan-menyerang sistem otak manusia, menghapus empati, dan menyalakan dorongan agresif paling primitif di dalam diri setiap korbannya.
Manusia yang terinfeksi berubah menjadi makhluk penuh amarah, kehilangan nalar dan rasa kemanusiaannya. Mereka menyerang siapa pun yang masih hidup, digerakkan oleh naluri untuk menghancurkan. Kota-kota besar dunia runtuh satu per satu; komunikasi global hancur, pemerintahan tumbang, dan institusi medis gagal menemukan vaksin atau obat penawar. Jalan-jalan dipenuhi jeritan, api membakar sisa-sisa peradaban, dan udara dipenuhi aroma besi darah serta abu.
Dunia kini terpecah menjadi dua kubu: mereka yang terinfeksi-dan mereka yang masih bertahan. Para penyintas hidup dalam bayang-bayang ketakutan, bersembunyi di reruntuhan kota, berjuang melawan waktu dan keputusasaan. Tidak ada lagi negara, tidak ada lagi hukum, yang tersisa hanyalah naluri untuk bertahan hidup di tengah dunia yang telah kehilangan akalnya.
Mereka menyebutnya: "Neurovirus." Sebuah wabah yang bukan hanya menghancurkan tubuh manusia, tetapi juga memusnahkan makna dari kata kemanusiaan itu sendiri.